Previous
Next
Membangun-Koneksi-Sejak-Mengandung-1200x800

Membangun Koneksi Sejak Mengandung

Enggak Cuma anak-anak yang unik, setiap orang juga. Termasuk perempuan hamil. Kecuali milestone tumbuh kembang bayi, segala sesuatu yang lainnya tidak selalu bisa distandardisasi. Apalagi perkara emosi.

Koneksi antara ibu dan anak, biasanya, sudah mulai terbangun dengan sendirinya sejak masih mengandung. Ada yang sejak dua garis di test pack, ada yang ketika bayi mulai bergerak, tapi ada juga yang sampai hamil besar, belum merasakan kedekatan itu.

Enggak perlu khawatir. Bisa kok dibangun, berikut beberapa tips-nya, bisa dicoba:

Ngobrol

Ketika si kecil lahir, dia akan mencari suara yang sama, dengan yang paling sering dia dengar ketika masih berada didalam perut. Jadi, ketika ia masih berada dalam kandungan, sering-sering lah berinteraksi dengannya. Ngobrol, baca buku, curhat juga boleh. Kalo merasa aneh, nyanyi aja. Untuk bayi, suara kita merdu aja kok. Hehee..

Bermain

Ih kata siapa main sama anak Cuma bisa dilakukan ketika dia sudah besar? Dari dalam kandungan juga bisa lho. jadi, cara bayi berkomunikasi kan hanya menendang, mendorong dan bergerak dalam perut. Berasa gak, kadang bayi lebih aktif ketika kita duduk atau istirahat. Nah, kasih respon aja pada gerakan-gerakan yang ia buat. Elus perut di tempat gerakan misalnya, atau colek-colek dan ajak tertawa juga ngobrol.

Pajang USG

Kadang kita susah untuk membentuk bonding karena enggak tau mukanya kaya apa. Meskipun dia ada didalam perut, tapi bisa saja terasa seperti orang asing. Nah, karena zaman sekarang udah canggih, hasil USG bisa lho dipajang di meja kerja, atau di kamar, atau jadikan lock screen di ponsel. Semakin sering liat, mungkin lama-lama terasa koneksinya.

Prenatal Yoga

Ini salah satu cara untuk fokus dan relax ditengah dentuman kesibukan pekerjaan, mengurus rumah tangga, memersiapkan kehadiran anak, dan sebagainya. Untuk membentuk koneksi, kita jelas butuh banget waktu untuk ‘berduaan’ dengan si kecil. Yoga bisa membantu, lho.

Libatkan si (calon) ayah

Ketika si bayi lahir, dia bukan Cuma tanggung jawab Bunda, bukan? Dia juga urusan ayah. Jadi, ajak ayah terlibat sejak bayi masih di perut. Kalau terasa gerakannya, ajak si ayah mengelus perut, jadi dia bisa ngerasai juga. Ajak dia untuk mengobrol bareng dengan bayi, bacakan buku, atau bernyanyi. Tanpa sadar kegiatan sederhana ini bikin kedekatan emosi antara bunda, ayah dan bayi.

Santai sejenak

Enggak ada salahnya lho, selonjorin kaki di sofa, menikmati kue dan teh sore sambil santai. Iya, memang banyak yang harus dikerjakan, apalagi nyiapin bayi lahir. Tapi, santai sejenak dan fokus pada hal-hal yang dirasakan ketika hamil juga penting. Bukan buat bikin list to do, ya. Tapi buat santai. Sambil nulis diary juga enggak apa-apa. Ceritain aja semuanya, kekhawatiran, kesedihan, Lelah dan sebagainya. Ini justru bikin kita lega dan membantu memahami apa yang bisa mengakibatkan stress.

Mother Blessing bukan Baby Shower

Belakangan bikin baby shower lagi tren ya. Tapi coba deh kali ini, kita bikin-nya mother blessing aja. Jadi enggak ada tuh harus bawa kado atau pesta-pesta meriah. Ajak sahabat-sahabat wanita yang dekat, bikin lingkaran, berbagi cerita, saling berangkulan, berpelukan dan menunjukkan kasih sayang yang tulus. Kegiatan ini  akan membantu kita untuk release dan lebih tenang karena enggak merasa sendiri. jadi bisa fokus dan menjalin bonding dengan bayi

Enggak ada ibu gagal

Kata siapa kalau tidak berhasil membentuk koneksi dengan bayi di masa kehamilan, maka kita adalah ibu yang gagal? Enggak ada ibu gagal. Justru merasa gagal ini yang akan membuat kita lebih panik dan stress. kalau kata dr Sears, kebanyakan ibu yang mengalami burn out disebabkan oleh kepingin melakukan terlalu banyak hal, dalam waktu yang sedikit. Jadi, santai aja. Pada akhirnya bonding akan terbentuk kok..

Don’t beat yourself up! Kadang ada kehamilan yang terjadi diluar dugaan, sedang banyak pekerjaan, sedang kesulitan finansial, ditambah kondisi hamil yang melelahkan. Kurang tidur, mual, lemas, perubahan bentuk badan, hingga diliputi kekhawatiran. Semua orang bisa aja mengalami ini, jadi gak usah memaksakan sesuatu yang diluar kemampuan. Gak usah merasa bersalah. Mendingan tenaganya dipakai untuk fokus pada kehamilan, dan diri kita. Cinta akan datang dengan sendirinya..

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print