Previous
Next
def pic

Membentuk karakter anak sejak dini

Dibulan Februari ini kita sedang membahas tentang roots, segala sesuatu pasti ada asal-usulnya, atau sumbernya/akarnya. Hal ini sering terlihat dari sikap dan karakter seorang anak ketika sedang berinteraksi di lingkungan sosialnya (sekolah, pertemanan dan masyarakat). Setiap anak akan mencerminkan sikap dan nilai-nilai yang berlaku di keluarganya, yang ia peroleh melalui pola asuh orangtua. Seperti yang sebelumnya saya pernah katakan bahwa “Tuhan memberikan kuasa penuh terhadap orangtua untuk membentuk karakter dan mental anak).

Dua tahun terakhir ini saya mendapatkan pelajaran berharga bahwa, anak benar-benar mencerminkan orangtuanya. Hal ini bisa terlihat dari, cara bicara, cara memandang orang lain, sikap/dalam memberikan respon, bahkan pola pikir pun ternyata diturunkan oleh orangtua kepada anaknya. Orangtua yang terlalu banyak terlibat dan membantu anaknya, akan membuat anak terbiasa dan terus bergantung kepada orangtuanya dalam segala hal. Anak yang seperti ini tentunya akan menyulitkan orangtua di masa depan. Kurangnya kesempatan, pengalaman dan daya tahan menghadapi situasi sulit membuat anak tidak berani keluar dari zona nyamannya.

Cara pandang terhadap orang lain, kemampuan menghargai orang lain dan menempatkan diri pun ternyata benar-benar hal yang sangat penting untuk ditanamkan sejak kecil. Anak yang terbiasa asyik dengan dirinya sendiri, menjadi pusat perhatian keluarga, dan kurang bergaul dengan banyak orang biasanya akan tumbuh menjadi anak yang kurang perduli terhadap orang disekitarnya dan hanya mengutamakan kepentingan dan keperluan dirinya saja.

Hal-hal diatas kadang tidak menjadi fokus utama kita sebagai orang tua saat menetapkan pola pengasuhan anak. Kita hanya berfokus pada anak, kebutuhan pendidikan, kebutuhan sehari-hari dan hal-hal yang membuat mereka merasa senang. Namun, ternyata tugas terbesar orang tua adalah membentuk karakter anak yang baik yang seharusnya di investasikan sejak anak masih kecil (usia 0-5 tahun pertama) dan terus berlanjut hingga anak beranjak dewasa.

Ternyata, nilai-nilai dan contoh yang diberikan orangtua terhadap anak menjadi akar yang tertanam didalam diri anak. Karakter Anak di ibaratkan pohon yang bertumbuh dan berbuah  lebat, manis dan bermanfaat bagi banyak orang.


Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print