Previous
Next
mm

MEMBENTUK SELERA MAKAN ANAK; TUGAS KITA LHO!

MEMBENTUK SELERA MAKAN ANAK; TUGAS KITA LHO!
By: Healthy Roots-This Is Real Food

Penelitian menyatakan bahwa anak sebetulnya memilih sendiri makanan yang mereka ingin konsumsi, sesuai selera mereka. Dan selera, dibentuk sejak dini. Karena itu, tugas kita sebagai orang tua dan pengasuhnya adalah memerkenalkan mereka dengan makanan asli sejak hari pertama ia makan. Oh, iya, apalagi anak juga belum pernah mencicipi apapun selain air susu ibunya, bukan?
Menurut Dr William Sears, waktu terbaik untuk memerkenalkan berbagai rasa makanan asli adalah kepada anak saat berusia 1-2 tahun. Terutama dengan diberi contoh terlebih dahulu. Karena, tau gak?

Acuan selera makan anak adalah: ibunya!
Jadi, apa yang ibunya suka dan makan, anak cenderung meniru. Begitu juga makanan yang ibunya tidak suka dan tidak mau makan, anak akan ikut-ikutan tidak suka dan tidak mau.
Nah makanya, di usia 1-2 tahun adalah saat yang tepat untuk memerkenalkan anak pada berbagai makanan sehat, dengan rasa yang bervariasi. Dimulai dengan contoh, apa yang kita makan, dia pasti kepingin juga. Usia ini, lambung anak sudah cukup baik untuk mencerna berbagai tekstur dan jenis makanan, namun ia belum kenalan dengan makanan-makanan aneh yang tidak sehat.
Hal ini akan membentuk selera makan mereka, sehingga nantinya ketika usia bertambah, mereka tau betul mana makanan asli yang rasanya (sudah pasti) lebih enak. Otomatis enggak doyan junk food yang rasanya terlalu gurih atau terlalu manis.
Kalau sudah terlanjur, bagaimana?

Iya, Dr Sears juga bercerita soal ini, kok. Jika tadinya si kecil sudah terbiasa makan makanan yang tidak sehat dan ingin berubah kembali ke makanan asli, bisa lho. Kalau kata Dr Sears, di awal pasti rasanya berat Karena jelas terasa perubahan makanan dirumah. Namun setelah beberapa minggu (atau bulan-tergantung dari berapa lama mereka biasa makan makanan tidak sehat), anak akan lebih memilih makanan asli karena ia bisa merasakan tubuhnya yang terasa lebih enak setelah mengganti makanan.

Mulai bertahap
Misalnya dengan perlahan mengganti roti dari yang putih jadi 50 persen whole grain, kemudian ke 80 persen whole grain hingga ke yang 100 persen whole grain. Atau mengganti kebiasaan minum sus uke plain yogurt dengan tambahan buah yang manis. Minum jus dengan buah-buahan yang manis juga bisa lho.

Stop jadi Food Nazi
Terlalu banyak aturan dan larangan akan makanan justru malah bikin anak cenderung melawan. Tidak perlu over control kebiasaan makan anak. Apalagi dengan ancaman, seperti “Kamu gak boleh nonton tv kalau belum makan wortelnya!” yang seperti ini justru bikin anak enggak suka wortel.
Lebih baik, duduk bareng di meja makan dengan anak-anak atau orang-orang lain yang suka wortel. Nanti anak akan ngikutin, deh. Percaya gak? Anak yang dikontrol selera makannya, dan orang tua yang keras mengatur-atur apa yang anak makan justru bikin anak tumbuh menjadi pemakan makanan tidak sehat. Sementara mereka yang tumbuh dirumah dengan contoh dari orang tua yang makan sehat, dan terbiasa dengan gaya hidup sehat dengan cara menyenangkan akan lebih efektif membangun kebiasaan.

Perhatikan porsi
Saking kepinginnya anak makan sehat dalam jumlah banyak, bukan berarti jadi kita maksain porsi makanan yang harus dia habiskan. Emang kita mau makan kebanyakan? Mual, kan! Kalau mereka lapar, mereka akan makan, kok. Dan siapkan hanya makanan asli yang sehat dirumah, sehingga mau enggak mau ya mereka akan makan.

Tenang aja. Selama dikasih contoh, diajak dengan penuh kasih sayang dan dibiasakan, mereka akan memahami bahwa itulah makanan terbaik, yang diberikan oleh orang-orang yang paling mereka sayang dan paling menyayangi mereka di muka bumi ini.
Salam #HealthyRoots- this is real food!

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print