Previous
Next
Stunting

Menangani Stunting? Dikeroyok rame-rame!

It takes a village to raise a child. Setuju?

Kalimat ini akan selalu berlaku untuk kejadian apapun di dunia Pendidikan anak. begitu juga dalam penanganan stunting. Tapi, tunggu dulu, sebelum ngebahas soal penanganan, kita bahas dulu ya..apaan sih stunting itu?

Stunting, menurut Fasli Jalal, Pakar nutrisi yang juga dewan Pembina perhimpunan dokter gizi medik Indonesia (PDGMI), adalah gagal tumbuh atau kurang gizi kronik. Dan ini berawal dari 1000 hari pertama, sejak anak masih berada dalam kandungan, hingga usia-nya dua tahun.

Penyebab Stunting

Pak Fasli menyatakan bahwa 1 dari 3 balita Indonesia masih mengalami gagal tumbuh. Dan penyebabnya ada beberapa hal:

1.Kurang makan makanan bergizi.

Untuk poin yang satu ini, kata pak Fasli, tidak hanya karena miskin dan tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi anak. bisa juga lho terjadi pada mereka yang mampu. Dengan kasus-kasus tertentu, misalnya makanan dirumah tersedia cukup tapi tidak diberikan ke anak. Bisa jadi karena perhatian orang tua yang kurang dan lebih sering memberikan jajanan.

Atau anak malas makan, dan diberikan susu yang dianggap bisa menggantikan makanan. Anak kenyang, tapi sebetulnya kurang asupan bergizi. Atau bisa juga karena anak ditinggal dengan ART dan makanan yang diberikan tidak terpantau, malah dikasih yang manis-manis terus.

2.Cacingan

Yang satu ini adalah “pencuri” makanan balita. Cacing yang kebanyakan berada di dalam perut anak adalah cacing gelang dan cacing tambang. Khusus si tambang ini, bahkan kerjanya ngegigitin usus dan bikin anemia. Makanya, kalau di daerah yang dianggap resiko tinggi cacing harus rutin minum obat cacing. Plus tentu saja; MENJAGA KEBERSIHAN yaaa..

3.Infeksi

Kombinasi kurang gizi dan infeksi hasilnya amat mengerikan. Kalau kurang gizi, ya mudah terkena penyakit. Kalau sakit melulu dan kurang gizi, akibatnya ya badannya habis-habisan.

4.Bukan hanya genetik

Jadi peringatan paling dini mengenai ciri-ciri stunting adalah: anak lahir dengan berat badan dibawah 2,5 kg dan Panjang badan dibawah 48 cm. Tidak selalu bisa bilang, wajar anak pendek karena turunan. Sebab genetik hanya berperan 10 persen dalam tinggi badan, 90 persennya adalah lingkungan.

Karena itu, solusi penanganan stunting yang paling penting adalah; INTEGRASI. Iya, dikeroyok rame-rame. Baik masyarakat, pemerintah, dan segala lapisan baik komunitas Pendidikan, kesehatan hingga penanganan tumbuh kembang anak dari sisi psikologis.

Penanganan stunting

Pemerintah

Dari pemerintah dan Bersama dengan MCA-Indonesia, sekarang sudah keroyokan juga untuk mendata 100 kabupaten prioritas dan menangani hingga 1.000 desa dengan angka stunting terbanyak.

Enggak hanya itu, sekarang juga mulai digalakkan kerjasama dengan media, LSM dan berbagai elemen masyarakat Bersama pemerintah untuk sosialisasi mengenai stunting. Jadi semua pihak bisa lebih memahami dan waspada. Tentu saja semoga kedepannya lebih banyak lagi yang bisa dijangkau dan ditangani ya..

Waspada pantau

Bentuk tindakan waspada-nya apa? Jelas, memantau tumbuh kembang anak dengan rutin. Kalau ibu nya tidak bekerja, boleh lho rutin check tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala ke posyandu sekitar. Jangan lupa juga mengisi growth chart nya ya…

Sementara bagi ibu bekerja, yang menitipkan anak di daycare, sebaiknya memang ada pantauan rutin tumbuh kembang anak dengan alat lengkap tercatat layaknya posyandu. Jadi, orang tua pun bisa terus memantau sampai dimana tumbuh kembang anak, dan apakah semuanya aman atau tidak.

Perhatikan kebersihan

Persoalan cacingan, infeksi kunci utamanya ada di kebersihan. Selain makanan bergizi, tentunya ya. Para pencuri ini harus tertangani dan dicegah sebelum berbahaya.

ASI dan pola hidup sehat

ASI sangat penting dalam mendukung pertumbuhan anak. apalagi ada begitu banyak zat gizi yang hanya ada didalam ASI dan tidak tergantikan. Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan Makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang. Susu lain, makanan manis-manis dan buatan tidak akan pernah bisa menggantikan gizi.

Stimulasi dan kasih sayang orang tua

Kalau sudah terlanjur beresiko stunting, tenang ya jangan panik! Ayo dikejar! Cara pertama adalah dengan memberikan stimulasi yang banyak untuk menyambung sinapsis di otak anak. berikan kasih sayang dan kebutuhan anak akan koneksi antara orang tua dan dirinya. Lalu kejar IQ dengan stimulasi sesuai kebutuhan usianya. Tentu saja dari sisi-sisi lain pun harus bersamaan dikejar.

Iya holistik! Kita keroyok bareng-bareng!

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print