Previous
Next
menari

MENARI BERSAMA TEMAN-TEMAN DOWN SYNDROME

 Tari sebagai salah satu cara mengungkapkan ekspresi, adalah hal yang sangat menyenangkan dilakukan oleh anak-anak. Biasanya sejak usia anak 2 atau 3 tahun kemampuannya untuk menari dan berjoged semakin piawai. Alunan musik atau mendengarkan Ayah dan Bunda bernyani pun bisa membuat mereka langsung beraksi! Lucu ya melihat mereka mengangguk-angguk, berputar dan bergerak dengan bahagia.

Bagaimana dengan anak-anak yang kemampuan fisiknya terbatas? Misalnya anak-anak dengan down syndrome ?. Kali ini kita simak apa yang dilakukan oleh Gigi Art of Dance. Sanggar tari yang telah dibuka sejak tahun 2009 oleh penari profesional, Gianti ‘Gigi’ Giadi, ini menawarkan kelas tari untuk anak-anak down syndrome.

Dikutip dari Indonesiaexpat.biz, salah satu pelatih kelas Down Syndrome, Karina Syahna, mengatakan bahwa pengalaman mengajar di kelas ini menyenangkan sekaligus menantang. “Untuk melatih mereka (penderita down syndrome), kita harus bekerja lebih ekstra di segala hal: ekstra sabar, ekstra hype. Juga dibutuhkan usaha yang lebih besar untuk menjelaskan serta mendekati mereka, dan kita harus berpikir lebih ekstra tentang koreografi karena mereka tidak seperti penari pada umumnya,” ujar Syahna

Menari tidak hanya tentang hiburan. Namun lebih dari itu. Tarian juga memiliki nilai edukasi. Orang-orang yang pendiam dan pemalu dapat didorong untuk dapat lebih bersosialisasi dengan menari dan menjadi bagian dari suatu kelompok.

“Tari itu terbukti bisa membantu mereka sebagai dance therapy. Jadi, aku juga ingin anak-anak yang mempunyai down syndrome di Indonesia bisa mendapatkan pengalaman yang sama,” ungkap Gigi.

Ia juga mengatakan ini sebagai salah satu sarana untuk membawakan equality campaign, karena masih banyak orang yang menganggap mereka berbeda. Padahal, sebenarnya mereka juga bisa seperti orang normal lain pada umumnya.

Ia juga berharap murid-murid down syndrome ini tidak berhenti menari karena memang ini adalah salah satu platform yang baik bagi mereka berekspresi. Harapannya, ia dan teman-teman Gigi Art of Dance bisa membawa mereka untuk tampil di lebih banyak tempat.

Mereka, penari dengan down syndrome di Gigi Art of Dance merupakan contoh bagaimana setiap orang dengan segala keterbatasan yang mereka miliki, dapat bebas mengekspresikan diri mereka. Entah melalui tarian atau bentuk ekspresi lainnya, Inspirator harus ingat bahwa siapapun, termasuk mereka penyandang disabilitas, dapat menemukan jalan untuk menyalurkan kreativitasnya

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print