Previous
Next
okt-2-1

Mengatasi Dilemma ‘Perpisahan’ Dengan si Kecil

Balita memang sudah di-desain untuk lebih banyak menghabiskan dengan manusia yang telah membentuk kedekatan dengan dirinya; orang tua, paman, bibi, nenek atau kakek. Karena itulah, jika telah tiba waktunya bekerja, dan mau tak mau harus menitipkan anak kepada orang lain, tugas orang tua untuk menemukan cara agar anak dapat membentuk hubungan penuh kasih sayang juga dengan para pengasuh. Bahkan bekerjasama dengan pengasuh, sehingga kebutuhan anak pun dapat terpenuhi

  • Fasilitasi kedekatan antara anak dengan pengasuh

– biarkan anak merasakan pengalaman menyenangkan bersama pengasuhnya, didepan Anda.

– Membangun kedekatan antara Anda dan pengasuhnya, didepan anak.

– Meletakkan foto si pengasuh saat sedang memeluk anak, di kulkas, misalnya. Dan membicarakan tentang kebaikan yang dilakukan si anak, didepannnya dan juga si pengasuh.

– Sering mengulang cerita seru tentang pengasuh, kepada anak, saat Anda sedang bersamanya.

  • Bantu dirinya agar merasa nyaman dengan situasi baru tersebut.

Bisa dilakukan pagi sebelum berangkat bekerja, dengan bermain dulu bersama pengasuh dan anak, atau anak-anak lain (jika berada di daycare). Lalu mundur perlahan dan mengamati dari jauh, saat ia mulai asyik.

  • Mulailah dengan perpisahan singkat.

Saat anak mulai terlihat nyaman, mulailah berlatih mengucap selamat tinggal, pergi, dan kembali secepatnya saat ia sudah berhenti menangis. Jangan kembali saat ia masih menangis, karena itu akan membuatnya merasa tangisan bisa membawa Anda kembali.

  • Bangun rutinitas perpisahan.

Misalnya membacakan cerita pendek, memeluknya, katakan Anda menyayanginya dan akan kembali, lalu serahkan ia pada penngasuh dan ucapkan kalimat manis seperti “Mama sayang kamu, bersenang-senang ya, nanti mama jemput jam enam sore”

  • Berikan penjelasan, agar anak mengerti situasinya.

Poin penting: deskripsikan bahwa hari ini ia akan bersenan-senang dengan pengasuh. “Pertama, Mama akan baca cerita, lalu kita cari Tante Asri, dan mama akan bilang dadaah. Lalu kamu dan Tante juga teman-teman akan menari. Kamu mungkin akan sedih, tapi musik pasti membuat kamu nyaman. Setela itu, kamu makan bersama teman-teman, lalu main diluar, main didalam, tak terasa sudah sore, dan mama kembali disini deh..”

  • Jangan pergi diam-diam.

Saat anak menangis, katakan saja dengan singkat “Mama tahu kamu ingin mama disini, tapi nanti sore aku kembali jemput kamu. Aku akan melambai dari luar, nanti kamu bisa lihat mama dari jendela”

Lalu pergi, dan jangan kembali sesaat Anda mendengarnya menangis. Mungkin perpisahan dengan air mata ini akan berlangsung hingga sepekan, namun tetap konsisten dengan rutinitas, justru akan membantunya memahami bahwa mama pasti akan kembali nanti sore untuk menjemputnya.

  • Bekerjasama dengan pengasuh mengenai kecemasan anak.

Pengasuh harus mampu membuat anak merasa nyaman, jadi pastikan bahwa pengasuh pun bisa tenang menghadapi tangisan anak, bukan hanya mampu mengalihkan pikiran anak dan membuatnya berhenti menangis semata. Sebab anak pun perlu mengeluarkan emosi lewat tangisan. Untuk itu bekerja sama lah dengannya, dan temukan cara menenangkan anak dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan anak.

  • Jangan selalu terlambat menjemput anak

Penuhi janji Anda untuk hadir Pukul enam sore, setelah ia makan sore. Jika Anda selalu terlambat, Ia akan sulit memercayai ucapan Anda.

  • Bantu anak memahami bahwa orangtuanya akan kembali.

Bermain “cilukba” atau petak umpet, dan bermain sembunyi-temukan barang bisa membantu Anda menjjelaskan bahwa yang tak terlihat mata bisa muncul kembali.

  • Curahkan kasih sayang dan perhatian saat Anda bersama anak.

Anda pasti butuh mandi air hangat dan secangkir teh hangat usai seharian bekerja. Namun si kecil butuh kehadiran Anda yang penuh kasih sayang untuk membuatnya tenang. Jadi bagaimana jika “me time” berganti menjadi “our time”? dengan berpelukan, tertawa bersama, membaca buku dan duduk santai sambil mengobrol di sofa bersamanya.

  • Buatkan buku “Banyak yang sayang aku”

Susunlah kertas warna-warni dan buatkan sebuah buku kecil dengan banyak foto didalamnya. Foto-foto anak yang sedang bersama dengan orang-orang disekitarnya; orang tuanya, nenek kakek, tante dan om, pengasuh, saudara-saudara juga teman-teman. Bacakan buku itu berulang kali. Biarkan si pengasuh membacakan buku itu, saat Anda masih berada didekatnya. Sebab banyak anak yang merasa nyaman dengan membaca buku, saat ia merindukan orang tuanya.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print