Previous
Next
Mengatasi-Kakak

Mengatasi Kakak yang Menolak Kehadiran Adik Baru

Halo Ayah/Bunda, pada bacaan sebelumnya kita sudah membahas mengenai pentingnya menyiapkan mental kakak dalam menyambut kelahiran adik barunya. Nah, untuk Ayah/Bunda yang sudah terlanjur tidak mempersiapkan mental sang kakak dalam menyambut adiknya, lalu bagaimana? Apakah ada cara mengatasi sikap penolakan kakak terhadap keberadaan adik??. Kali ini kita akan membahas beberapa cara yang bisa mengatasinya.

Penolakan atau perubahan sikap yang dialami kakak saat kelahiran adik baru merupakan hal yang wajar, namun untuk sebagian anak dapat mengatasinya sendiri dan sebagian lagi akan mengalami kesulitan dalam menjalani proses perubahan peran dari anak tunggal menjadi “kakak”. Oleh karena itu sangat diperlukan dampingan orang tua selama menjalani proses perubahan peran tersebut, berikut ada beberapa cara untuk tetap memberikan perhatian terhadap sikap penolakan kakak :

  • Memberikan Kakak Pujian

Ketika para tamu/sanak saudara datang dan mengunjungi adik dan memberikan pujian kepada adik, misalnya: “wah bayi nya cantik ya”. Maka orang tua juga memberikan pujian kepada kakak, misalnya: “iya, sama seperti kakaknya juga cantik”. Hal ini dibutuhkan karena biasanya fokus perhatian setiap keluarga akan tertuju pada adik, dan seolah-olah kakak tidak mendapatkan perhatian dari keluarga.

  • Melibatkan Kakak dalam merawat adik

Ketika kakak mengeraskan hati dan tidak perduli dengan adik, maka orang tua terus melibatkan kakak untuk merawat adik, misalnya: meminta tolong kakak menggosok punggung adik dengan sabun, menyiapkan handuk kering, memilihkan baju adik sesuai selera kakak. Hal ini dapat menunjukkan bahwa kakak berperan penting dalam merawat adiknya, setelah kakak membantu orang tua juga bisa memberikan pujian atau ucapan terima kasih “Terima kasih kakak baik sekali”, “Baju pilihan kakak bagus ya adik juga suka warna kuning”.

  • Menciptakan waktu khusus dengan Kakak

Hal ini merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada kakak bahwa perubahan sikapnya adalah hal yang wajar dan dapat dimengerti, namun Ayah/Bunda memberikan penegasan bahwa kasih sayang terhadap kakak tidak pernah berubah atau berkurang.  Jika kakak bersikap tidak baik (misal: mendorong, atau mencubit adik) orang tua harus menghentikan kakak melakukannya, namun tetap tidak boleh marah kepada kakak. Ayah/Bunda lebih kepada mencari tahu apa yang kakak rasakan sehingga mendorong/mencubit.

Kakak harus mengerti bahwa adik masih sangat kecil dan membutuhkan perhatian dari setiap orang termasuk kakak. Selain kegiatan mengobrol, dapat juga dibuat kegiatan rutin seperti: bermain bersama, membaca buku cerita atau menonton TV bersama hal ini akan menjadi moment dimana kakak merasa Ayah/Bunda tetap meluangkan waktu untuk bersamanya.

  • Tidak membandingkan dan Membiarkan Kakak Menangis

Walaupun kakak masih usia balita, namun tidak baik untuk membandingkan kondisi atau perkembangan kakak dengan adiknya. Masing-masing anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda, ada yang mampu berjalan lebih cepat, ada yang lambat dalam berjalan, mungkin adik lebih cepat mengucapkan kata pertama, mungkin kakak juga artikulasi bicaranya masih kurang jelas sampai saat ini. Orang tua harus mampu melihat kedua anaknya secara objektif sehingga tidak mengeluarkan komentar yang mungkin membuat kakak merasa kecil hati.

Selain itu, ada kemungkinan kakak menjadi lebih cengeng, maka orang tua harus memaklumi dan memberikan penjelasan bahwa kakak boleh menangis namun, harus jelas penyebabnya. Ayah/Bunda bisa menetapkan bahwa kakak boleh menangis ketika merasa sakit dan sedih, sehingga ketika kakak menangis diluar dua kondisi tersebut orang tua harus menggali lebih dalam mengenai perasaan kakak, dan meluruskannya jika ada penyebab yang salah.

Keempat hal diatas memang tidak mudah untuk dilakukan, namun Ayah/Bunda harus terus mencoba dan bersabar sehingga kakak dapat melalui proses perubahan peran dengan baik, dan sukses menjadi seorang kakak. Tentu saja untuk berhasil dibutuhkan kerja sama setiap anggota keluarga. Selamat bekerja sama dan mencoba!

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print