Previous
Next
Mengatasi-Ketakutan-Anak-Dengan-Koneksi-1200x787

Mengatasi Ketakutan Anak, Dengan Koneksi

Masih dalam rangka persiapan masuk sekolah nih. Biasanya nanti di sekolah akan ada kegiatan field trip. Nah, di kegiatan ini tujuannya biasanya untuk melatih kemandirian, kan? Karena anak akan pergi dengan para guru dan staf sekolah, tanpa orang tua. tempat yang dituju biasanya tempat untuk edukasi anak sih, tapi kan enggak semua anak bisa langsung berani, bukan?

Kami pernah mengalami nih di Taman Main Daycare. Waktu itu, kami berkunjung ke Taman Legenda, TMII. Ada yang sudah pernah kesana? Seru yaaaa? Tapi emang sih, ngeliat dinosaurus dalam bentuk yang asli, bukan gemesin seperti The Good Dinosaur itu; TANTANGAN ya.

Cerita Bunda Eva

T, adalah salah satu kakak toddler yang menangis keras dan bahkan gak mau turun sama sekali saat berkunjung melihat dino hari itu. T kelihatan kaget sekali saat lihat dino ala Jurassic.

Awalnya bunda Eva santai banget, “Karena biasanya T emang baperan orangnya, gampang nangis, tapi biasanya klo diajak ngobrol sih bisa cepet ilang tu air mata,” ujarnya.

Usai field trip, di perjalanan kemanapun, T selalu mengulang-ulang cerita takutnya ke bunda Eva. Lucu deh dialognya:

Bunda (B): gimana tadi T liat dinonya? seruuu?

T :“aarrgghhh auurrghhh” katanya sambil nyontohin tangan kibas2 dan kepala geleng2 dino

B :“waah suara apa tu?”

T: dino, aarrgghh auurrghh (diulang sekali lagi persis)

B: oohh suara dino ya t, t liat di taman mini yaa, trus gimana dinonya

T: huhuhu, angis angis, T angis (sambil nepuk2 dadanya sendiri)

B: ooh T nangis ya liat dino, serem dinonya?

T: endong endong, ta ta endong

B: Waktu takut liat dino T langsung minta digendong tantenya yaa, dinonya ngapain gitu kok T sampe takut

T: igit igit iiiirrghhh atiit (yg ini dia mulai mengarang bebas)

B: T digigit dino? sakit digigitnya? tapi udah ga apa2kan ya sekarang

T: hehehehe (ketawa nyengir)

B: T mau liat dino lagi?

T: enggak enggak huhuhu (sambil pura2 nangis)

B: hoo yaudaah, nanti kalau sudah ga takut kita liat dino lagi ya, aku juga pengen liat aah

T: dino dino aarrgghh auurrghh (ngikutin suara dino)

Cerita diulang-ulang terus

Selama dua minggu lebih, cerita dino dan ketakutannya itu diulang-ulang terus. “Sampe bosen deh dengernya..” kata Bunda Eva. Hahaha..pasti sih ya. Tetapi sepanjang T cerita soal dino, dan ketakutannya, bunda Eva enggak pernah memberikan judgement atau nasihat Panjang.

Reaksinya selalu sama yakni menanggapi, memahami, dan memerbolehkan anaknya merasa takut. Karena, ya emang gak ada salahnya dong dengan merasa takut. Kita semua kan pernah takut.

Bunda Eva juga enggak pernah ngotot memaparkan dinosaurus kepada T. inget gak sih kita dulu waktu kecil kan kalau takut malah dipaksa untuk liat terus yang ditakutin, biar lama-lama kebiasaan, katanya. Nah, hal ini enggak pernah dilakukan Bunda Eva. Karena ia menunggu T siap untuk merasa berani. Iya ya, buat apa dipaksa?

Akhirnya berhasil!

Dengan kesabaran dan tentunya ketebalan kuping. Hehehe, makin lama ceritanya makin berubah, “Walaupun dia masih cerita kalo waktu itu dia nangis takut dan minta gendong, tapi kalau di ujungnya diajakin liat dino dia akan bilang  “dino dino liat dino”

sampe akhirnya aku selalu menambahkan kalimat “T tadinya takut, tapi sekarang jadi suka dino yaaa” atau “wiih hebaat, T suka dino yaaa sekaraang”,” tambah Bunda Eva.

Dan ucapan itu disambut dengan tawa terbahak. Bahkan kadang dengan lantang ia bilang “T suka dino!” dan menyetujui gambaran dino yang giginya tajam, kepalanya besar, badannya tinggi, kakinya besar. Iya, yang dulu membuatnya ketakutan.

“Sekarang buat dia dino itu bukan kaya di film good dino (dia jadi selalu menolak buat nonton film ini cuma gara2 bentuknya dibilang bukan dino) tapi dino itu bentuknya ya yg kayak dia liat di taman mini itu,” ujar Bunda Eva. Hehehe…keren banget ya? Dia sudah berhasil menangani rasa takutnya, karena bunda Eva tidak melarang T untuk takut, dan membiarkan rasa itu sampai akhirnya hilang. Kini, bunda Eva dan T punya hoby baru; nonton film dino yang “serem-serem” ala taman legenda.

Anak-anak sebetulnya sederhana, ya. Cuma perlu diajak ngobrol dan didengarkan. Lalu mereka bisa melewati banyak hal dengan santai. “makasih loh taman main udah ngajak T liat dino di taman mini, mantaaap pengalamannyaaaa. next ajak T lagi yaaa. liat alien??” hahaha…plis deh bun.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print