Previous
Next
Mengatur-Pola-Makan-Setelah-Lebaran-1200x800

MENGATUR KEMBALI POLA MAKAN SETELAH BULAN RAMADHAN

Pola makan yang teratur selama bulan Ramadan membuat masyarakat khususnya umat muslim lebih sehat daripada bulan lain. Namun, ketika Ramadan telah usai dan tiba hari raya Idulfitri, tentunya semua berubah. Bahkan, ketika Idulfitri banyak makanan yang mengandung lemak dan gula.

Sebulan penuh berpuasa, tubuh terbiasa menjalani ritme makan sahur pada dini hari dan berbuka saat petang. Begitu Lebaran, kita sering kali kalap dan melahap semua makanan. Pola makan pun menjadi tidak beraturan. Akibatnya, kerja pencernaan bisa terganggu. Berikut tips mengatur pola makan setelah bulan puasa berakhir.

Saat berpuasa, biasanya kita makan dua kali dalam sehari. Yakni, saat sahur dan berbuka. Terkadang ditambah satu kali saat makan malam. Setelah Lebaran, usahakan tetap berada pada ritme tersebut. Hal itu dilakukan supaya tubuh, terutama sistem pencernaan, tidak kaget. Asalkan tidak berlebihan. Makan kue Lebaran atau makanan manis lainnya bisa menggantikan porsi satu kali makan. Kue Lebaran mengandung tepung dan minyak. Kalau kelebihan, bisa menyebabkan lemak berlebih dalam tubuh.

Orang dewasa dengan aktivitas normal umumnya memerlukan 2.500–3.000 kkal per hari. Kebutuhan itu dibagi menjadi dua kali makan saat berpuasa. Setelah beberapa hari menyesuaikan, boleh dibagi menjadi tiga kali makan. Asalkan jumlah kalorinya masih dalam range angka tersebut. Kalau makannya berlebihan, akan terjadi kontraksi gas berlebihan dalam lambung karena lambung menyerap banyak zat makanan. Akibatnya, perut terasa mual, muntah, sembelit, kembung, dan bahkan berujung diare.

Makan sehat jangan hanya saat berpuasa. Lanjutkan kebiasaan baik selama berpuasa dengan mengonsumsi makanan 4 sehat dan 5 sempurna. Berikut komposisi kebutuhan gizi dalam tubuh Karbohidrat (nasi, roti, beras merah, gandum, dsb) : 50–60 persen, Lemak (daging, ayam, dsb) : 20 persen, Protein (tahu, tempe, ikan, dsb) : 10 persen, Vitamin dan mineral (sayur dan buah) : 10–20 persen.

Makanan yang dihidangkan saat Lebaran umumnya mengandung banyak lemak. Untuk mengimbanginya, perbanyak konsumsi air mineral. Yang normalnya 1,5 liter ditambah menjadi 2 hingga 2,5 liter. Air mineral membantu penyerapan gizi dan menaikkan antioksidan. Dengan begitu, racun dalam sistem pencernaan bisa disalurkan ke ginjal untuk kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui urine. Selain itu, mulailah berolahraga ringan. Pilih jenis olahraga dengan ritme teratur. Misalnya, berlari, bersepeda, dan berenang. Cukup sekali sesi setiap dua hari. Satu sesi dilakukan selama 30 menit.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print