Previous
Next
Mengelola-Diri-Sendiri-Untuk-Membangun-Koneksi-dengan-Anak

Mengelola Diri Sendiri Untuk Membangun Koneksi dengan Anak

Ayah Bunda, membangun koneksi dengan anak merupakan hal yang sangat penting. Tapi, ada hal yang juga penting dilakukan agar dapat lebih terkoneksi dengan anak lho, yaitu merawat diri sendiri sebagai orangtua. Sebelum membantu atau mengasuh anak, Ayah Bunda harus bisa mengelola diri sendiri terlebih dulu. Ibaratnya seperti memakai masker oksigen di dalam pesawat saat keadaan darurat. Pastinya Ayah Bunda harus memakai masker oksigen terlebih dahulu dan kemudian baru memasang masker kepada anak. Mengapa? Karena jika Ayah Bunda memasangkan masker oksigen kepada anak terlebih dulu, Ayah Bunda akan kesulitan bernapas dan anak tidak bisa menolong. Selain itu, bagaimana Ayah Bunda bisa menjaga anak kalau sudah keburu pingsan. ☺

Nah seperti itu lah dalam parenting. Sebagai orangtua, harus bisa mengelola diri sendri agar bisa memberikan pengasuhan yang terbaik untuk anak. Kenalilah diri Ayah Bunda, kenali gejala luapan emosi yang biasa anda rasakan, dan kenali pilihan-pilihan kata saat Ayah Bunda menasihati anak. Misalnya, ketika sedang marah biasanya suara mulai bergetar, nada semakin tinggi, pilihan kata mulai agak kasar, dan sebagainya. Bila sudah merasa akan meledak, berikan waktu untuk menenangkan diri dan hentikan berbicara bila perlu agar tidak semakin kesal. Misalnya, Ayah Bunda bisa pergi ke kamar sejenak untuk menarik nafas yang dalam atau bermeditasi, minum kopi atau teh hangat di teras selama 10 menit, dan sebagainya.

Saat sedang mengalami luapan emosi, pastinya banyak pikiran-pikiran yang terlintas dalam kepala. Misalnya, “Duh mau jadi apa anak ini kalau begini terus?”, “Kenapa sih gak mau dengarkan saya terus, bandel sekali!”, “Ini gak punya kuping apa ya?!”, dan sebagainya. Hilangkan pikiran-pikiran tersebut, gantilah dengan pikiran yang lebih positif. Misalnya, “Yah dia memang sedang marah, tapi dia membutuhkan cinta saya di saat seperti ini.”, dan sebagainya. Percayalah bahwa anak menunjukkan perilaku tertentu karena ia membutuhkan bantuan orangtuanya dan ia sedang berusaha mengutarakannya.

Dengarkanlah emosi kita ya Ayah Bunda. Apakah memang marah atau sedih karena perilaku anak atau memang ada hal lain yang memicunya. Misalnya, memang karena kurang tidur, tugas kantor menumpuk, dan sebagainya. Kenali sumber emosi dan jangan ditumpahkan kepada anak. Selain itu, jangan memberikan nasihat atau menerapkan disiplin ketika sedang mengalami luapan emosi dan tidak memberikan hukuman fisik. Tunggulah agar emosi mereda agar bisa berpikir jernih dan berbicara kepada anak dengan lebih tenang. Waktu me time juga sangat penting. Mungkin rasanya mustahil karena waktu terkuras banyak sejak memiliki anak, tapi usahakan tetap memiliki me time walaupun hanya sebentar. Buatlah kesepakatan dengan pasangan untuk bergantian memiliki waktu me time. Hal ini agar Ayah Bunda tidak merasa jenuh dan lelah.

Ketika Ayah Bunda bisa lebih baik dalam mengelola diri, akan semakin optimal dalam membangun koneksi dengan anak karena Ayah Bunda dapat lebih peka dalam mengenali kebutuhan emosional anak dan memberikan respon yang sesuai kebutuhan anak. ☺

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print