Previous
Next
RootsLearningCenter.id

Menghadapi Nilai Rapor Jelek, Harus Gimana Ya?

Sebentar lagi tiba hari pembagian rapor nih, pasti setiap anak dan orangtua ikut deg-deg an melihat hasil belajar selama 1 tahun terakhir. Nah, kalau rapor anak nilainya baik pasti mudah menerimanya, namun bagaimana dengan nilai rapor yang jelek? Apakah itu malapetaka? Apa yang harus dilakukan?.

Saat menerima rapor anak setiap orangtua akan fokus pada angka-angka yang diperoleh oleh anak dan membandingkan dengan standart pembelajaran atau KKM. Fokus ini juga tidak lepas dari “nilai jelek” atau “nilai bagus” yang diperoleh anak, sesuai harapankah? Atau tidak?. Ketika hasil yang diperoleh oleh anak tidak sesuai dengan harapan orangtua maka orangtua akan kecewa pada nilai rapor yang jelek, dan tidak bisa dipungkiri secara reflek orangtua akan memberikan respon negatif terhadap anak. Di rumah bahkan orangtua akan marah, dan memberikan hukuman kepadaq anak. Hm… tentu hal ini merupakan respon yang wajar diberikan oleh orangtua, tapi apakah dengan memarahi anak lantas anak akan menjadi lebih semangat dengan tahun ajaran baru berikutnya? Apakah ini akan merubah anak?

Logikanya ketika orangtua memberikan respon negatif kepada anak: marah, hukuman dan menceramahi anak secara terus-menerus selama liburan hal ini justru membuat anak menjadi tertekan. Semakin anak tertekan semakin anak memberikan respon negatif terhadap kondisinya. Anak bisa saja langsung menyalahkan diri sendiri dan merasa tidak mampu menjadi anak yang lebih baik. Hal ini dapat membuat anak tidak percaya diri. Selain itu bisa saja anak juga menjadi marah dan justru semakin terpuruk semangatnya. Lalu bagaimana cara yang tepat untuk membantu anak dengan nilai rapor yang jelek?

Pertama, orangtua adalah pendengar yang baik walaupun diliputi rasa kecewa terhadap anak namun orangtua tetap menjadi tempat anak meluapkan keluh kesahnya. Untuk menghadapi kondisi ini lebih baik orangtua bertanya kepada anak mengenai kendala yang dihadapi selama belajar, dan apa yang anak rasakan?. Setelah menjadi pendengar yang baik maka orangtua setidaknya sudah mengetahui apa yang anak rasakan dengan apa yang ia peroleh. Selain itu orangtua juga mengetahui apa yang menjadi kendala saat anak belajar. Disini orangtua dapat membantu anak memperbaiki cara belajarnya, atau memberikan solusi yang harus anak lakukan ke depan sehingga mendapatkan nilai yang lebih baik.

Kedua, orangtua membantu anak untuk merefleksikan apa yang sudah diperoleh selama pembelajaran 1 tahun. Orangtua dapat memberikan pertanyaan seperti “apakah hal ini baik?”, “apakah nilai yang kamu peroleh sudah sesuai dengan usaha mu dalam belajar?”. Dengan merefleksikan dapat membantu anak untuk menyadari kesalahan atau kekurangannya selama belajar. Diharapkan dengan merefleksikan anak dapat lebih semangat untuk memperbaiki cara belajar di tahun ajaran yang baru.

Ketiga, mengambil komitmen bersama. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat rencana atau strategi pembelajaran di tahun ajaran yang akan datang, misalnya: menambah jam belajar, mengikuti kursus/les, atau meluangkan waktu untuk membaca lebih dan mengulang pelajaran yang telah diajarkan di sekolah. Orangtua juga dapat menyesuaikan dukungan yang diberikan kepada anak untuk menjalani komitmen bersama dalam belajar.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print