Previous
Next
Menjadi-Fasilitator-Untuk-Si-Interdependen

Menjadi Fasilitator Untuk Si Interdependen

Tulisan sebelumnya sudah menceritakan mengenai pentingnya membesarkan anak yang interdependen. Iya, penting. Tapi gimana dong caranyaa???

Dengan membiasakan tidak memberitahu anak apa yang harus mereka lakukan, namun membantu anak untuk belajar melakukan yang harus dilakukan. jadi, kami tidak memberikan perintah untuk ikut pada agenda yang kami buat semata, namun mendengarkan pada periode sensitif setiap anak.

Sebab, belajar yang paling efektif adalah ketika anak sudah mulai tertarik pada sesuatu, dan kami membantu anak-anak untuk mengeksplorasinya. Ada anjing tetangga, dan anak penasaran. Tante akan memulai untuk mengelusnya perlahan sehingga anak belajar melakukannya. atau anak yang menyusun balok dan jatuh berantakan. Tante akan memberikan tips menyusun balok yang rapi sehingga tidak mudah hancur, lalu membiarkan anak mencobanya lagi.

Ada saatnya kami mengatakan “Ayok, adek pasti bisa melakukannya sendiri!” dan ada saatnya membantu mereka melakukannya. karena anak percaya, maka mereka akan mendengarkan. Ini fungsinya fasilitator.

Fasilitator meredakan frustasi

Tugasnya adalah ‘mengisi bahan bakar’ emosional ketika belajar membuat frustasi. Sambil disaat yang sama pun memahami bahwa merasakan frustasi dan belajar mengatasinya merupakan pengalaman penting yang harus dialami setiap anak.

Fasilitator membantu anak untuk disiplin

Menciptakan atmosfer yang membuat anak-anak lebih mudah untuk patuh. Misalnya meletakkan mainan di tempat yang mudah dijangkau, mudah dibersihkan dan menyenangkan untuk dilakukan. Intinya adalah annak-anak belajar untuk self-disciplined karena aturan dibuat oleh orang yag mereka percaya, dan menjadi bagian dari dirinya sendiri. karena sudah terbiasa.

Fasilitator membantu anak menemukan dirinya

Kami berusaha mengenal betul setiap anak, dengan karakter dan perkembangannya masing-masing. Ketika sudah mengenal dengan baik, maka kami bisa dengan mudah mengantisipasi langkah agar bisa terus seiring sejalan dengan progress setiap anak.

Kerjasama dengan orang tua

Tentu saja untuk melakukan segalanya kami membutuhkan kerjasama dengan orang tua dan seluruh pihak keluarga. Sebab, sebelum memulai Pendidikan untuk menghasilkan anak yang interdependen, maka kami butuh orang tua yang membangun koneksi awal dengan anak. jika koneksi sudah terbangun dengan baik, maka langkah kedepannya akan jauh lebih mudah.

Anak yang berhasil membangun attachment dengan orang tua, kedepannya mudah dekat dengan fasilitator, meski bukan orang tuanya. Hal ini jelas memercepat langkah tumbuh kembangnya. Setelah mampu membangun koneksi dengan pengasuh, maka akan lebih mudah untuk mengajaknya bekerjasama dan membiasakan pola interdependen.

Dimulai sejak dini

Percayalah, mengasuh anak dengan pola interdependen bisa dimulai sedini mungkin. Bahkan anak usia dua tahun saja bisa memahami konsep dasarnya: “Aku bisa melakukannya sendiri, tapi aku akan melakukannya dengan lebih baik jika dengan bantuan” ini adalah dasar dari kolaborasi.

Karena itu, pesan pentingnya; ketika anak meminta kita membantunya untuk melakukan tugas sekolah, atau sesuatu yang ingin dilakukannya, jangan langsung menutup diri dan mengatakan “Kamu akan belajar lebih baik kalau melakukannya sendiri!”

Pertimbangkan bahwa kita akan membesarkan seorang eksekutif, pejabat negara penting yang harus mampu bekerjasama dengan baik bersama banyak orang lain.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print