Previous
Next
27-juli-20.00-Tips-1200x1200

Menjadi Orang Tua Tunggal??

Terkadang, anggota keluarga tidak selalu ideal ayah, ibu dan anak-anak. Bagaimana peran orangtua tunggal dalam kehidupan berkeluarga, apakah kendala yang dihadapi? Yuk simak kisah dari : Liza, ibu dari Sekar melati (12) dan Dyandra Paramitha (10) menceritakan pengalamannya sebagai orangtua tunggal.

Berhadapan dengan stigma mengenai perceraian sebagai kegagalan rumah tangga, Liza menganggap bahwa keputusan bercerai adalah keputusan terbaik yang memang harus diambil pada saat itu. Ini bukan tentang gagal atau berhasil , namun value keluarga yang tidak lagi sejalan dan baik saya, suami dan anak-anak harus diberi kesempatan untuk mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Bercerai di tahun 2011, keadaan saya sangat beruntung karena banyak yang mendukung, seluruh proses yang rasanya berat – bisa kami lalui dengan baik. Saya sudah pasrahkan semua keadaan, saya yakin Allah jaga kami. Saya merasa beruntung dikelilingi orangtua, keluarga dan sahabat yang tulus dan supportif. Saya mengetahui resiko bahwa akan ada dua peran yang harus saya pikul di rumah, tapi saya tidak menghilangkan peran dan fungsi ayahnya anak-anak meski terbatas waktu bertemu tapi biarkan anak-anak tetap menghormati ayah mereka”

“Saya yakin banyak kisah dan berbagai latar belakang perceraian keluarga, dan apapun alasannya, masing-masing individu dalam keluarga berhak mendapatkan kesempatan untuk hidup dengan kondisi yang baik bagi kesehatan mentalnya. Apalagi anak-anak, mereka bukan alasan mempertahankan atau mengakhiri sebuah hubungan pernikahan. Mereka punya hak untuk bahagia, dan mereka hanya bisa bahagia jika orangtuanya berbahagia. Bekerjasama untuk mewujudkan kebahagiaan adalah sangat penting, karena jiwa yang bahagia akan mampu memberikan banyak cinta dan kasih sayang untuk anak-anak.”

“Kalau khawatir soal rezeki, percayalah bahwa keluarga yang mendukung, teman-teman yang baik, kesehatan, anak-anak yang bahagia semua adalah rezeki. Kebetulan saya bekerja sebagai make up artist, jadi saya tidak perlu pergi ke kantor setiap hari – bagi saya ini rezeki besar”

“Soal fungsi ayah, kedua anak saya tetap punya hak untuk menemui atau menghubungi ayahnya. Di rumah juga ada ayah saya – kakeknya anak-anak yang bisa berperan sebagai ayah pengganti sehari-hari. Alhamdulillah. Harapan saya agar kami bisa saling support dan mendukung : saya dan anak-anak mudah-mudahan rasa syukur kami bisa menambah ridho Allah untuk keluarga kami “

“Bahagia tidak kami jadikan tujuan, bahagia adalah sesuatu yang kami kerjakan setiap hari. Kalau lagi lelah, anak-anak tuh bisa jadi obat, bisa juga nambah pening kepala hahaha. Yang pasti semua udah saya pasrahkan ke Allah, titip anak-anak, semoga saya bisa menunaikan kewajiban sebaik-baiknya”

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print