Previous
Next
Menyelamatkan-nyawa-dengan-CUCI-TANGAN-TMP

Menyelamatkan nyawa dengan; CUCI TANGAN!

Seberapa sering ayah dan bunda mengingatkan anak-anak untuk mencuci tangan, sebelum makan? Pasti sering banget kan? Sampai bosan rasanya ya, hehehhe..

Apalagi anak kecil yang gairah eksplorasinya masih amat tinggi, segala macem dipegang. Tapi memang ternyata enggak boleh bosen untuk mengingatkan anak agar selalu mencuci tangan, lho. karena penting sekali!

Menekan angka kematian

Peneliti dari London School of Hygiene & Tropical mengungkap fakta, bahwa kebiasaan mencuci tangan pakai sabun menjadi tindakan preventif paling sederhana untuk menekan angka kematian akibat diare sebesar 47 persen.

Dr Arifianto SpA, dokter anak yang rutin melakukan visit di Taman Main, juga pernah mengatakan bahwa cuci tangan merupakan kebiasaan yang sangat penting. Perihal hand hygiene ini ternyata terbukti ampuh menyelamatkan nyawa. Kok bisa? “Satu poin penting yang sering kita bahas terkait antibiotik adalah kuman (bakteri) yang sudah resisten alias kebal terhadap antibiotik jenis tertentu,” kata dokter yang akrab disebut dr Apin ini.

Mencegah penularan virus

Tangan yang terkontaminasi bakteri resisten bisa menjadi media perantara pindahnya kuman dari satu orang ke orang lainnya. Misalnya saja sehabis bersentuhan dengan pasien yang di kulitnya terdapat bakteri stafilokokus yang sudah resisten terhadap beberapa jenis antibiotik, lalu petugas kesehatan ini tidak mencuci tangannya lalu menangani pasien lainnya, maka pasien lain ini rentan terinfeksi bakteri mutan tersebut.

Bukan hanya mengingatkan anak, namun, dalam kehidupan sehari-hari, bunda juga harus selalu ingat untuk mencuci tangan. Misalnya, sedang membersihkan kotoran (tinja) anaknya yang sedang mengalami diare akibat rotavirus, maka harus memastikan dirinya sudah mencuci tangan dengan bersih, ketika hendak memegang anaknya yang lain. Jangan sampai si Ibu menjadi penular kuman penyebab diare bagi anaknya yang lain.

Membiasakan balita cuci tangan

Sementara untuk balita, penyakit yang menyerang tubuh jika tak membiasakan anak cuci tangan salah satunya adalah diare. Balita kerap leluasa memasukan benda-benda seperti mainan ke dalam mulut karena mereka belum bisa membedakan mana benda kotor dan yang bersih. Bahayanya, virus-virus jahat yang masuk ke dalam tubuh anak akan menyebabkan gangguan sistem pencernaan dan berujung pada kematian.

Si kecil mendadak batuk dan pilek biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dan tidak perlu diobati. Namun, bisa bertambah berat dan memicu ISPA. Bisa jadi penyebabnya karena anda tak membiasakan anak mencuci tangan setiap kali usai bermain dan beraktivitas di luar rumah. Mereka akan mudah terpapar virus dari teman-temannya yang menderita flu.

Data organisasi kesejahteraan anak dunia (UNICEF) menempatkan Indonesia sebagai satu dari 15 negara dengan jumlah tertinggi kematian anak di bawah usia 5 tahun, yaitu 29 ribu kasus per tahun akibat diare dan infeksi saluran pernapasan.

Membiasakan cuci tangan yang baik dan benar kepada si kecil menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Bagaimana tidak, meski anak-anak menerapkan cuci tangan usai mereka beraktivitas, tahapan terpenting saat mencuci tangan kerap terlewati.

Cara tepat mencuci tangan

[fsn_row][fsn_column width=”6″ offset=”3″ column_style=”light”][fsn_text]

[/fsn_text][/fsn_column][/fsn_row]

Berikut ini cara tepat mencuci tangan yang dianjurkan Badan Kesehatan Dunia WHO:

  • Pertama, basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan memakai air yang mengalir, ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut.
  • Kedua, usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian.
  • Ketiga, jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih.
  • Keempat, bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkan.
  • Kelima, gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian.
  • Keenam, letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan .Bersihkan kedua pergelangan tangan secara bergantian dengan cara memutar, kemudian diakhiri dengan membilas seluruh bagian tangan dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan memakai handuk atau tisu.

Dr Apin juga menekankan bahwa kegiatan mencuci tangan kerap dianggap sepele. Nyatanya cuci tangan menjadi kegiatan paling sederhana sekaligus murah untuk membentengi tubuh manusia terutama anak-anak yang rentan serangan virus dan bakteri. Oh iya, Apabila tidak tersedia air mengalir dan sabun, maka handrub berbasis alkohol atau klorheksidin dapat digunakan, kok.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print