Previous
Next
11-insta-story-1200x1200

Menyiapkan Masa Depan Anak : Membangun Karakter itu Penting

Jika berbicara tentang masa depan anak, tentunya hal ini memiliki space  tersendiri dipikiran setiap orang tua. Hal yang pertama muncul adalah finansial atau berkaitan dana yang dibutuhkan anak dalam menempuh pendidikan baik secara formal dan informal. Kedua, yaitu kesehatan tidak jarang orang tua mempersiapkan dan menyediakan dana khusus untuk membuat asuransi kesehatan bagi anak-anaknya, selain untuk menabung untuk masa depan dengan mempersiapkan asuransi kesehatan maka kondisi anak pun terjamin ketika sakit. Namun, tidak hanya kedua hal diatas saja yang penting lho! Ternyata dalam menyiapkan masa depan anak, penting juga untuk membangun karakter anak.

Lingkungan sosial pertama anak adalah lingkungan keluarga inti, seperti: ayah, ibu dan juga orang-orang yang tinggal serumah dengan anak. Tentunya, pola asuh atau nilai-nilai yang diajarkan oleh lingkungan  keluarga ini dapat di ibaratkan seperti benih yang ditanam dan di siram terus-menerus sehingga tumbuh dan berbuah. Pola asuh orang tua ini sangat memiliki peranan besar bagi kehidupan bermasyarakat anak di masa depan. Saya akan berikan contoh, jika orang tua bersikap terlalu keras (otoriter)  atau terlalu lembek (permissive) tentu akan memunculkan anak dengan karakter yang keras tidak percaya diri atau bahkan sebaliknya. Bagi saya mendidik anak tidak semestinya dengan menekan karena jika tekanan yang dialami anak terlalu besar maka anak dapat mengalami trauma atau mental blocking. Sedangkan sebagai orang tua kita dituntut untuk mampu menyiapkan masa depan anak dengan kondisi mental yang positif dan tahan banting. Saya akan membagikan beberapa hal positif yang dapat membangun mental yang sehat pada anak.

  • Mengajarkan anak bertanggung jawab dan memberikan kepercayaan

Anak yang terbiasa bertanggung jawab sejak kecil akan tumbuh menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Hal ini merupakan dasar dari integritas seseorang dalam bermasyarakat. Hal-hal yang dapat dilakukan adalah, memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan tugasnya secara mandiri, misal: makan, minum, menjaga kebersihan mainan, menyiapkan buku pelajaran dan lain sebagainya. Dalam mengajarkan tanggung jawab, orang tidak mengambil alih tugas anak melainkan memberikan pengawasan dan supervisi. Contohnya, anak yang terbiasa disuapi dan tidak diberikan kesempatan untuk mandiri tidak akan bisa makan sendiri hingga pada waktunya, karena kurangnya pengalaman anak untuk melakukan kegiatan makan.

  • Menghindari ancaman dan labeling

Anak yang kerap menerima ancaman dan diberikan label akan tumbuh mejadi pribadi yang negatif, selain itu label yang diberikan akan melekat dan tidak menutup kemungkinan anak menilai dirinya seperti apa yang di label kan kepadanya. Jika tidak tumbuh menjadi seorang pengecut, justru anak akan menjadi seorang pemberontak.

  •  Meminta pendapat anak

Ada banyak cara dan tips mendidik anak menjadi cerdas, salah satunya melalui diskusi. Jika anak memiliki pertanyaan, kita sebagai orang tua jangan serta merta menjawabnya dengan gamblang dan “asal” atau tidak masuk akal. Hal ini akan membuat anak memiliki pemahaman yang salah. Orang tua dapat mengajak anak untuk berdiskusi dalam menemukan jawabannya. Dengan demikian, selain merangsang anak untuk terus berpikir dan terbuka pikirannya, diskusi juga bisa membuat anak untuk percaya diri dan tidak takut untuk beropini kepada orang tua.

  • Memberikan kasih sayang yang sesuai porsi “tidak memanjakan”

Setiap orang tua pasti menyayangi anak-anaknya, orang tua dapat dengan bebas mengekspresikan kasih sayangnya dalam berbagai bentuk. Namun, kita harus tahu bahwa rasa sayang yang diberikan kepada anak tidak melulu dalam bentuk memanjakan anak secara berlebihan. Jangan terlalu banyak membantu anak dan melindungi anak ketika ia menghadapi sesuatu, karena perlindungan yang berlebihan kepada anak dapat menyebabkan anak menjadi manja dan bergantung dengan orang tuanya. Jika anak membuat suatu kesalahan sebagai orang tua kita harus bisa melihatnya secara objektif dan jangan menganggapnya wajar sehingga perlu pemakluman. Jika salah, katakanlah salah dan beri tahu bagaimana yang semestinya dilakukan.

Dengan melakukan hal-hal diatas kita mempersiapkan masa depan anak yang sehat mental, mandiri dan juga bertanggung jawab. Hidup bermasyarakat tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan kita tidak bisa mengontrol reaksi atau respon orang lain, oleh karena itu orang tua harus mempersiapkan karakter yang tahan banting sehingga anak menjadi pribadi yang tahan banting di masa depan.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print