Previous
Next
Minum-Susu-Dengan-Bijak-1200x600

Minum Susu Dengan Bijak

Anak kecil dan sembelit, bukan padanan yang menarik untuk dialami siapapun. Untuk anaknya, enggak nyaman. Untuk orang tuanya juga menyisakan resah. Apalagi kalau berlangsung sampai berbulan-bulan lamanya.

Nah, kasus seperti ini ternyata sering banget didapati oleh dr Arifianto SpA. Katanya, ketika menanggapi kasus-kasus semacam ini, pertanyaan pertama saya biasanya adalah: berapa banyak anaknya minum susu dalam sehari?

Jawaban yang diberikan orang tua, menurut dr Apin, tidak mengejutkan. Sebab, rata-rata lebih dari 1 liter dalam sehari. Anak-anak ini tidak jarang memiliki status gizi yang baik. Anak-anak ini kadang bahkan cukup konsumsi sayur dan buahnya. Minum air putih pun banyak. Namun, buang air besar hanya 2 – 3 kali seminggu dengan perjuangan keras. Mengedan dan menangis.

“Mereka pun menjadi takut pup dan makin menahan pup karena tidak ingin kesakitan. Alhasil tinja menjadi makin keras. Lingkaran setan. Mereka mengalami sembelit alias konstipasi fungsional,” kata Dr. Apin. Sedih banget ya?

Haruskah minum susu?

Lalu apa hubungannya dengan konsumsi susu? Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mencari jawabannya. Ada yang mengaitkan konstipasi dengan intoleransi laktosa. Beberapa menghubungkannya dengan alergi terhadap protein susu sapi, sehingga ada yang menyarankan susu kedelai. Tapi susu kedelai pun masih bisa membuat alergi.

Jadi gimana dong? Anak kecil sebaiknya minum susu apa, agar tidak mengalami penderitaan sembelit? Kalau tidak minum susu, gimana? Nanti kecukupan nutrisinya terganggu?

Kalau menurut Dr Arifianto, dulu, susu memang dianggap sebagai salah satu produk nutrisi sebagai penyempurna makanan sehat. Nah, 4 sehat 5 sempurna itu kini mengalami pergeseran paradigma. Sekarang, konsep yang dianut oleh mayoritas negara maju adalah piramida makanan, dan bahkan menempatkan susu di bagian yang porsinya amat kecil.

Artinya, susu hanya pelengkap. Bukan nutrisi utama. Malahan, sekarang ada Batasan maksimal mengonsumsi susu, yakni 500 ml per anak. Tidak ada kewajiban seorang anak diatas satu tahun untuk mengonsumsi susu. Tentunya bukan ASI yaaaa..

Kembali kepada tujuan utama: mengapa harus minum susu? Untuk mendapatkan kalsium-nya terutama. Tapi ingat, kalsium bisa didapatkan dari berbagai sumber makanan. Susu juga mengandung lemak dan sebagian diperkaya zat besi. Tapi tetap saja bukan sumber utamanya.

Susu dan berbagai dampaknya

Umumnya, penyebab sembelit akibat konsumsi susu dihubungkan dengan intoleransi laktosa atau alergi protein susu sapi. Enggak sedikit lho, anak yang dikurangi volume susunya langsung mengalami perbaikan konsistensi tinja menjadi tidak keras. Sembelit alias konstipasi teratasi!

Dampak buruk kelebihan susu lainnya adalah:

  • Membuat anak kenyang dan malas makan. Anak boleh saja tampak gemuk, tapi tidak mau makan sayur dan buah yang tinggi serat, sehingga tinjanya keras.
  • Terlalu banyak susu yang mengandung kalsium juga mengikat zat besi sehingga kurang optimal diserap di usus. Anak mengalami anemia defisiensi besi.
  • Masalah gigi yang berkaries. Anak minum susu dengan dot sambil tidur, tidak gosok gigi, dan gula terus mengaliri gigi membentuk media yang kondusif bagi bakteri rongga mulut menghasilkan karies.

Konsumsi susu dengan bijak

Jadi, pesan dr Apin, kalau mau makannya lahap, ya buatlah anak lapar. Jangan terlalu banyak berikan susu, karena anak sudah terlalu kenyang jadi malas makan. Susu bukanlah hal utama untuk anak di atas satu tahun. Utamanya sebagai sumber kalsium yang mudah ditelan.

Mengurangi pemberian susu, terbukti mencegah konstipasi. Namun, tentunya dibarengi dengan makanan tinggi serat, banyak minum air, dan toilet training sedini mungkin. Bagaimana bila konstipasi tidak langsung teratasi? Pencahar seperti laktulosa dapat diberikan untuk melunakkan tinja. Buat anak agar tidak trauma saat BAB dengan bantuan obat ini. Sambil mengurangi susu dan menjalankan saran lainnya. Setelah pup lancar, pencahar dihentikan bertahap.

Orangtua tidak kalah pentingnya menjadi role model bagi anak-anaknya dalam hal gemar makan sayur dan buah. Prinsipnya: minumlah susu dengan bijak.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print