Previous
Next
Mogok-Sekolah

Mogok Sekolah

Masa sekolah telah tiba! Masa di mana anak-anak dan orangtua mulai menyesuaikan diri kembali dengan ritme sekolah. Terlebih lagi, bagi anak-anak usia dini yang baru terjun dalam dunia sekolah. Mungkin yang terbayang dalam angan-angan Ayah Bunda adalah proses yang berjalan dengan lancar, tanpa hambatan, dan semuanya happy. Yah pada beberapa keluarga bisa seperti itu ya.. Tapi, mungkin tidak pada beberapa keluarga. Awalnya anak mau berangkat ke sekolah, tapi muncul masa-masa di mana anak mogok sekolah! Mogok sekolah ini bisa membuat rutinitas keluarga menjadi berantakan. Anak bisa tidak mau bangun dari tempat tidur, menolak masuk mobil saat berangkat, tantrum saat di depan gerbang sekolah, tidak mau ditinggal Ayah Bunda saat di depan kelas, dan sebagainya. Masalah mogok sekolah ini memiliki berbagai penyebab, seperti kecemasan ditinggal orangtua, takut mengikuti kegiatan di kelas, belum memiliki teman, dan sebagainya. Lalu, apa yang bisa dilakukan Ayah Bunda?

  • Janganlah memberikan label seperti pemalas, pemalu, penakut, dsb, kepada anak saat anak tidak mau pergi ke sekolah.
  • Kenalilah penyebab anak tidak mau sekolah. Perhatikan lebih detil, apakah ada perubahan yang terjadi dalam keseharian anak di rumah, apakah ada kejadian yang membuatnya takut di sekolah, dan sebagainya.
  • Berikanlah afirmasi emosi kepada anak atas emosi yang ia rasakan. Misalnya, saat anak menangis di pintu gerbang sekolah dan mengatakan bahwa dirinya takut masuk kelas, daripada mengatakan “Ah kamu kenapa mesti takut begitu? Kan sudah besar.”, lebih baik katakanlah “Iya kamu takut masuk sekolah ya. Kita coba ya masuk kelas, kan ada ibu guru di kelas yang menemani kamu. Mama nanti tunggu di sini ya.”.
  • Ayah Bunda tetap tenang, berpikir dan bersikap positif terhadap anak, serta tetaplah menjalin koneksi dengan anak agar ia selalu merasa orangtua tetap memahaminya meskipun ia sedang berada pada masa tidak mau sekolah. Misalnya, dengan melakukan kegiatan bermain rutin setiap hari, sesi bercerita sebelum tidur, dan sebagainya.
  • Buatlah rutinitas pergi sekolah dengan menarik. Misalnya, memilih bekal bersama di malam sebelumnya, menyiapkan pakaian bersama, sarapan bersama Ayah Bunda setiap pagi, dan sebagainya. Saat pulang sekolah, ajaklah anak untuk membicarakan hal-hal yang positif dan menyenangkan dari sekolah. Misalnya, “Hari ini kamu bermain apa saja?”, “Teman yang seru siapa saja?”, “Hari ini bernyanyi apa dengan ibu guru?”, dan sebagainya.
  • Bicarakan masalah ini dengan pihak sekolah, terutama dengan guru kelasnya, agar dapat saling bekerja sama dan sejalan dalam membantu anak melalui masa ini.
  • Jika masalah mogok sekolah ini sudah berlangsung terlalu lama dan keluhan-keluhan anak semakin intens, Ayah Bunda dapat berkonsultasi pada ahlinya.

Masa mogok sekolah ini memang bisa menjadi pemicu stres Ayah Bunda ya dan tentunya juga masa yang berat bagi anak. Anak yang mogok sekolah, membutuhkan bantuan untuk menghadapinya. Mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk mengatasinya. Ayah Bunda jangan menyerah ya, terus semangat!

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print