Previous
Next
Money-can%u2019t-buy-everything-1200x900

Money can’t buy everything

Di era serba cepat dan modern ini, seringkali kita ngerasa bahwa uang bisa menyelesaikan semua masalah. Benar? Makanya, kerap kali kita merasa bahwa yang membedakan sesuatu dengan yang lainnya hanya pada harga. Ada masalah yang solusinya berharga mahal, dan ada masalah yang solusinya berharga murah.

Cara pandang macam begini kalau diterapkan di keluarga dan menjadi dasar pemikiran anak-anak, tentunya akan mengakibatkan anak merasa semua masalah yang akan dihadapinya bisa diselesaikan dengan uang. Konsekuensinya jelas; anak berpikir bahwa meraka harus mencari uang lebih banyak dan terus-terusan untuk menyelesaikan segala masalah dalam kehidupannya.

FOKUS KEHIDUPAN; UANG.

Bagaimana sih anak belajar mengenai cara pandang ini, dan mulai menerapkannya dalam kehidupan mereka?

Orang tua, tentu saja, contoh utama. Anak-anak belajar dengan cara melihat bagaimana orang tua menghadapi mereka, bukan?

Apa yang kita lakukan?

Ketika anak menangis bahkan sampai berguling-guling di lantai supermarket karena meminta suatu barang. Bagaimana cara orang tua menangani masalah itu? apakah mereka tetap konsisten dengan larangan di awal, atau segera menyelesaikan tangisan sang anak dengan mengeluarkan uang dan membelikan barang yang dikehendakinya.

Banyak orang tua berpikir; “Setidaknya saya tidak perlu menanggung malu karena menjadi tontonan di supermarket.” Karena itu endingnya sellalu membelikan barang yang diinginkan anak.

Sepele ya kelihatannya? Tetapi tidak bagi anak. sebab anak akan berpikir bahwa orang tuanya mudah dikalahkan. Permintaan apapun akan dipenuhi kalau anak bertingkah memalukan di hadapan banyak orang. Memaksa sedikit, dan uang pasti keluar. Inilah yang akan berakhir dengan, apapun masalahnya; jawabannya adalah uang.

Masalah selanjutnya; intensitas rengekan meningkat

Merengek minta mainan terjadi ketika kecil. Nanti, ketika remaja, anak bisa meningkatkan intensitas cara mereka memaksa orang tua untuk menuruti keinginannya. Mereka bisa saja lho, mengancam akan pergi dari rumah atau bahkan bunuh diri kalau tidak dibelikan mobil baru.

Orang tua yang mencoba menyelesaikan semua masalah dengan uang akan segera menggunakan uang, sebagai satu-satunya alat penyelesai masalah yang mereka ketahui. Akibatnya, anak akan semakin menganggap bahwa uang adalah penyelesai masalah.

Kita semua pasti tahu, dalam realita, ada banyak masalah yang memang bisa diselesaikan dengan uang. Tetapi ada lebih banyak masalah yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Iya, uang memang bisa membeli tempat tidur dan Kasur yang mahal, tapi apakah kita bisa membeli tidur yang nyenyak? Iya, uang bisa membeli hiburan, tapi apakah kita bisa membeli kebahagiaan. Iya, uang bisa membeli rumah dan mobil mewah. Tapi apakah kita bisa membeli pasangan hidup yang membuat hati tenang?

Uang penting, namun bukan segala-galanya.

Maka, lain kali, jika si kecil berguling merengek meminta mainan yang sudah disepakati untuk tidak dibeli, berikan ia pelukan. Temani ia, duduk disebelahnya. Memalukan, pasti. Tapi ia akan belajar banyak, bahwa sikap buruk diterima. Permintaan tetap ditolak. Pelukan adalah jawaban dari kesedihan. Bukan uang.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print