Previous
Next
Mual-mual-saat-hamil-ternyata-bermanfaat-1200x675

Mual-mual saat hamil ternyata bermanfaat

Tau gak sih, rasa mual ketika hamil muda itu bisa lho sampai membuat perempuan tergila-gila untuk tetap berada di tempat tidur? atau pernah mengalaminya sendiri? iya, jadi banyak dari perempuan yang merasa sakit, menjadi sakit, atau benar-benar sakit, karena rasa mual dan lemas ketika awal kehamilan.

Yang lebih parah, mereka merasa bersalah karena sakit sehingga merasa tidak cukup menyerap kalori dan nutrisi untuk bayi-nya.

Di buku Having A baby, tulisan Dr Mehmet C Oz, MD, tertulis bahwa fakta-fakta tentang perasaan mual ketika hamil adalah; 80 persen kehamilan disertai rasa mual. Dan bahkan 20 persen wanita tidak dapat bekerja karena rasa hamilnya terasa begitu buruk.

Tapi tenang, kebanyakan kasus berakhir setelah minggu keempat belas dan perasaan mual biasanya menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu. Plus, perasaan mual ternyata juga merupakan elemen genetik lho. karena itu cenderung diturunkan ibu kepada anak perempuan.

Kenapa sih bisa mual?

Seperti nyaris semua hal yang terkait tubuh, ada satu alasan yang sangat kuat mengapa dulu manusia mengembangkan perasaan mual saat hamil. Ketika manusia banyak mengonsumsi makanan mentah yang mungkin mengandung bakteri, perasaan mual-yang umumnya terjadi pada trimester pertama, yaitu ketika bayi paling rentan- membantu janin yang sedang berkembang agar tidak terpapar oleh racun-racun yang berbahaya karena si ibu kemungkinan bisa menoleransi keracunan, sementara si bayi tidak.

Jika si ibu terlalu sakit sehingga tidak bisa makan, atau hanya bisa makan makanan sederhana, peluang janin untuk terpapar oleh makanan yang menimbulkan penyakit menjadi lebih kecil.

Bahkan, hari ini pun,  para wanita yang merasakan mual pada pagi/siang/malam hari lebih kecil kemungkinan untuk mengalami kegugutan dibandingkan dengan para wanita yang tidak merasakannya.

Hal ini merupakan salah satu dari banyak cara yang dilakukan oleh tubuh, dan biasa dinamai biological budgeting; melindungi kehidupan si bayi dengan mengorbankan kenyamanan si ibu.

Yang menjadi masalah; muntah-muntah

Mual-mual saja, biasanya seringkali masih bisa tertangani. Namun, menderita hyperemesis (artinya Anda sering muntah), menjadi masalah karena si calon ibu jadi tidak mampu memertahankan cairan selama lebih dari 24 jam.

Hyperemesis sebetulnya cukup jarang terjadi kok, hanya 1-3 persen kehamilan. Namun, beberapa penderita harus dirawat di rumah sakit karena dehidrasi.

Hingga kini tidak ada yang tahu penyebabnya, tetapi ebberapa faktor yang bisa memicu adalah; kehamilan kembar, diabetes, hipertiroid dan sejarah motion sickness (perasaan mual yang dipicu oleh gerakan).

Catatan penting; jika Anda merasa rasa mual terasa berat dan tidak lazim, segera hubungi dokter ya.

Namun selama mual masih aman apalagi tanpa muntah, ingatlah bahwa rasa tersebut tak bisa dihindari. Karenanya harus dihadapi. Perlahan ambil dan hembuskan nafas, lalu mulailah berpikir untuk memberikan nutrisi bagi si kecil yang butuh segalanya dari ibunya.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print