Previous
Next
Papa-G

NOOR ADITYANA- Papa G

#MenjadiAyah buat saya adalah harus ingat tujuannya apa? Kan sudah jelas, semua dilakukan demi tumbuh kembang anak yang optimal. Jadi, se-capek apapun, se-kesel apapun, harus siap melakukan yang terbaik.

Di mata Pak Adit, peran ayah itu apa saja dalam urusan parenting?

Buat saya, seharusnya ayah justru ikut berperan di urusan parenting. Kalo di keluarga kami, istri saya kerja. Jadi jelas tidak mungkin kalo dia sendirian ngurusin anak. Ini harus muncul kesadarannya dari dalam hati ayah, ya masa istri sudah kerja juga dan saya Cuma duduk di rumah, maunya nyuruh-nyuruh doang. Enggak fair ya rasanya. Makanya kami juga enggak menerapkan pembagian tugas secara spesifik antara mama dan papa. Yang terpenting adalah kerjasama.

Nah, selama menjalani peran sebagai papa yang berkontribusi penuh dalam pengasuhan, apa sih yang terasa paling susah?

Mengontrol kesabaran! Sebab, basically kalau hanya perkara tugas yang harus dilakukan sih tidak susah, ngasih ASI Perah, mengganti popok, nemenin tidur dan bacain buku cerita. Apalagi urusan makan, anak saya gampang banget makannya. Tapi kalau anaknya sudah mulai tantrum, nah disitu yang terasa sulit banget. Sebab dengan kondisi yang Lelah, mendengar anak nangis-nangis mengamuk, tapi enggak ada lagi yang bisa dilakuin kecuali sabar.

Lalu biasanya apa yang dilakukan oleh Mama Papa G?

Ya yang penting sih harus selalu kompak, satu suara. Jangan sampai, istri sudah biasa menerapkan A, tapi ketika saya yang lagi pegang, trus saya malah menerapkan B. ini kan bikin anak bingung. Bukan berarti saya dan istri selalu cocok dalam penerapan parenting dari berbagai buku atau ahli, tapi diskusi selalu jadi cara untuk menemukan jalan tengah.

Jadi urusan cara mengasuh anak, lewat Teknik parenting tertentu, juga dicari tahu berdua ya?

Sebetulnya yang lebih banyak searching sih istri ya. Saya cenderung ikut aja, selama sesuai dengan karakter G dan kondisi sekarang. Tapi yang jelas, urusan metode ini kan banyak banget jenisnya. Enggak perlu dibikin susah dengan memilih salah satu dan ngotot-ngototan merasa itu yang paling benar. Fleksibel aja, disesuaikan dengan nilai-nilai kami. Enggak perlu-lah debat dan saling menyalahkan. Toh, kita sama-sama belajar dan menjalankan.

Sabar dan harus berusaha untuk selalu tenang ya, pak? Apa sih yang bisa menjaga itu?

Tujuan, dong. Kami berdua harus selalu ingat bahwa, tujuan menerapkan ini itu, melakukan pengasuhan dan memberikan yang terbaik kan buat anak. bukan buat kita. Goal-nya kan agar tumbuh kembang anak optimal. Saya sendiri kadang-kadang merasa kesal sama mereka, tapi saya selalu berusaha untuk masuk kamar sendiri, dan menenangkan diri. Inget-inget aja, kalau ada yang lagi marah harus ada yang menenangkan.

Urusan parenting sendiri, bagi keluarga Pak Adit, banyak dipengaruhi kakek nenek G juga-kah? Atau menerapkan yang dipercaya berdua aja?

Kebanyakan sih kami berdua saja. Kadang-kadang ada masukan dari orang tua saya atau istri, tapi untungnya karena enggak serumah sama kakek neneknya, maka ketemu paling seminggu sekali. Kadang ada masukan yang oke, dan bisa disesuaikan. Tapi kadang juga, enggak cocok. Kalau sudah gitu, ya kami dengerin aja, kadang dilakukan kalau ada didepan kakek neneknya, kadang dijelaskan baik-baik. Fleksibel ajalah, Lebih baik cari jalan tengah. Jadi enggak perlu berantem lah ya.

Kehidupan jadi seru ya pak, sejak jadi papa?

Iya, seru. Emang sih, kalau lagi sibuk ngurusin si G ini itu, sering dibuat kesel dan berusaha sabaaar terus. Tapi ketika enggak bareng itu rasanya ngangeniiin banget. Baru deh ini ngerasain ada orang baru yang hadir dalam kehidupan dan benar-benar disayaaaang banget.

Kedepannya, Pak Adit ada harapan spesifik kah untuk G?

Yang terpenting buat saya sih ahlak, cita-cita terserah dia aja. Kepribadian itu penting banget, karakter yang baik bermula dari situ. Saya berharap semoga G kedepannya jadi anak yang baik dan disenangi semua orang. Itu aja, soalnya kalau spesifik khawatir karena anak perempuan, atau apalah, saya belum mikirin.

Yang kaya gini bikin parenting jadi susah, buat saya sih enggak usah mikirin yang belum datang. Saya berusaha aja jadi papa yang baik. Makanya saya enggak pernah keberatan untuk menjalankan tugas sebagai papa.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print