Previous
Next
Nutrisi-Stimulasi-dan-Kecerdasan-1200x675

Nutrisi, Stimulasi, dan Kecerdasan

Sejak masa kehamilan, asupan yang bernutrisi bagi ibu hamil sangatlah penting. Nutrisi ini berpengaruh pada kesehatan dan perkembangan otak bayi, termasuk kecerdasan. Penelitian menunjukkan bahwa berat badan dan ukuran otak bayi bergantung pada kualitas asupan ibu saat masa kehamilan. Setelah lahir, nutrisi terus diperlukan anak untuk perkembangan sel otak secara optimal yang dapat mendukung konsentrasi, daya ingat, dan kecerdasan anak. Memang, memberikan makanan dengan nutrisi yang baik sangatlah penting untuk kecerdasan anak, tapi tidak kalah penting juga stimulasi dari lingkungannya. Ketika pemberian nutrisi yang baik tidak didukung oleh stimulasi dari ayah ibu, perkembangan anak pun menjadi kurang optimal. Maka dari itu, yuk ayah ibu sejak dini kita berikan stimulasi pada anak kita. Ayah ibu dapat melakukan beberapa hal di bawah ini :

  • Sejak anak lahir, ajaklah anak untuk berbicara, berikan sentuhan, dan tatapan mata. Melalui interaksi ini dengan orangtua, anak akan belajar mengenali lingkungannya dan membangun rasa aman yang dapat mendukung dirinya untuk lebih berani bereksplorasi.
  • Berikan anak kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungannya. Janganlah terlalu takut anak banyak bergerak atau memainkan benda-benda di sekitarnya. Tapi, tetaplah perhatikan keamanan di sekitar anak.
  • Sediakan mainan atau materi edukatif. Mainan tidak selalu harus yang mahal ya ayah ibu. Ayah ibu bisa memanfaatkan benda-benda di sekitar untuk bermain dan belajar anak. Misalnya, membuat bentuk binatang, awan, batu, dan sebagainya, untuk mengajari anak konsep-konsep dasar (seperti tinggi-rendah, besar-kecil, dsb).
  • Bangunlah kebiasaan membaca sejak dini untuk membangun minat membacanya dan menambah pengetahuan umum.
  • Berikan anak kesempatan untuk mengutarakan ide-idenya dan membiasakan berdiskusi mengenai topik sederhana yang menjadi minat anak. Misalnya, anak usia 2 tahun sedang tertarik sekali dengan baju barunya. Dari hal itu, ayah ibu bisa membahas warna, tekstur kain (halus/kasar), lokasi membeli baju tersebut, dan sebagainya.

Selain itu, yang penting diingat adalah kehadiran dan interaksi ayah ibu yang bermakna untuk anak. ☺

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print