Previous
Next
142019787-56a2dca85f9b58b7d0cf4f1d

Peaceful Parenting: Pengasuhan Tanpa Bentakan dan Pukulan


Akhir-akhir ini banyak orangtua yang bertanya ke saya: “Mungkin kah kita bisa mengasuh anak tanpa membentak ataupun mencubit ke anak? kan kalau capek banget itu “sumbu”nya pendek banget, apalagi kalau anak rewel… “ dan jawaban saya selalu mantap dan konsisten : “mungkin dan bisa!” Bagaimana caranya? Saya sedang mempelajari tentang pendekatan yang disebut dengan peaceful parenting. Dalam peaceful parenting, kita diajak untuk menyadari kembali apa makna sebenarnya dari pengasuhan. Seringkali kita terjebak dalam konsep mengasuh yang artinya mendidik anak, semua berpusat pada anak : bagaimana caranya agar anak mau nurut sama orangtuanya? Bagaimana trik menangani anak tantrum? Bagaimana agar anak mau makan tanpa orangtuanya harus ngomel ngomel? Padahal, judulnya saja “Parent-ing” yang diambil dari kata “parent”, yang artinya kunci pengasuhan bukanlah sekedar dapat mengontrol perilaku anak, tapi lebih mendasar lagi, bagaimana kita sebagai orangtua dapat mengasuh anak dengan optimal. Orangtua  diajak untuk mengasuh dengan damai sehingga anak tumbuh menjadi pribadi yang bahagia.

Peaceful parenting mengajak orangtua untuk “berdamai” dengan dirinya sendiri terlebih dahulu agar kelak dapat lebih mampu mengelola emosi saat berhadapan dengan anak. Melalui cara apa? Orangtua diajak menyadari bagaimana pengasuhan yang diterapkan dari orangtua sebelumnya. Karena, suka-tidak suka, kita pasti terbentuk dari pola pengasuhan orangtua kita terdahulu. Dengan menyadari hal ini, orangtua menjadi lebih peka terhadap respon yang ditampilkan ketika berhadapan dengan anak. Misalnya, orangtua yang sulit tegas kepada anaknya sehingga selalu mengikuti semua keinginan anak. Bisa jadi karena dulu diasuh sangat keras sehingga bertekad tidak akan marah kepada anak, namun pada akhirnya menjadi sulit memberi batasan terhadap anak. Dengan membangun kesadaran dalam mengasuh ini, kita punya kesempatan belajar dari kesalahan dan memperbaiki, memutus pola asuh yang tidak sehat. Dalam peaceful parenting, orangtua juga diajak untuk dapat mengelola stress, mencari cara agar tetap “sehat” secara psikologis, misalnya dengan meluangkan waktu untuk merawat diri sendiri. Bisa dengan mandi air hangat, baca buku kesukaan, nonton drama korea favorit atau makan mie selagi hangat sudah priceless banget ya buat kita? Last but not least, Hal berikutnya yang juga nggak kalah penting adalah peaceful parenting  menekankan pentingnya support group bagi orangtua karena it takes a village to raise a child, setuju? Tidak hanya membantu dalam pengasuhan anak, tapi juga membantu orangtua agar “waras”  dalam mengasuh anak. Ada penghargaan dari pasangan terhadap usaha, ada kakek/nenek yang siap membantu menjaga anak saat kita butuh menyelesaikan pekerjaan rumah tangga atau sahabat terdekat yang siap merelakan kupingnya untuk diajak curhat receh tapi bikin happy

Peaceful parenting meyakini bahwa anak yang bahagia dan sejahtera secara psikologis lahir dari orangtua yang juga bahagia dengan kehidupannya. Tidak hanya bahagia menjalani peran sebagai ibu dan ayah tetapi juga bahagia menjalani perannya sebagai suami ataupun istri. Jadi, mungkinkah ber-parenting tanpa bentakan dan pukulan! Pastinya! Karena #parentingiseasy yak an?  

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print