Previous
Next
10-agust-15.00-ARTIKEL-dari-Ahli-Cecilia-Sinaga-Pekan-Asi-Sedunia-mengASIhi-tidak-sekedar-ASI-1200x1200

Pekan Asi Sedunia : “mengASIhi tidak sekedar ASI”

Ibu mana ya yang tidak ingin bisa menyusui anak secara maksimal?. Pasti setiap ibu di dunia ini termasuk saya berharap untuk bisa memberikan yang terbaik bagi buah hatinya, salah satunya adalah dengan menyusui atau yang lebih trend dengan istilah “mengASIhi”. Hal ini pasti didamba-dambakan oleh seorang wanita sejak hamil dan tidak terbanyang bagaimana prosesnya.

Sahabat saya pernah mengungkapkan bahwa menjadi seorang ibu merupakan tugas yang mulia, kenapa? Karena perubahan peran dan proses yang dilalui sejak kehamilan, saat melahirkan hingga membesarkan anak tentu saja merupakan perjuangan untuk menjadi seorang ibu.

Tidak bisa dipungkiri ada pemikiran yang sepertinya selalu menghantui saat ibu sedang hamil “nanti ASI saya keluar gak ya?”, “Apakah ASI saya cukup?” Pikiran-pikiran seperti ini terus terlintas hingga setelah melahirkan dan menyusui anak. Setelah itu saat sudah menjadi ibu baru biasanya mulai terpikirkan dengan harus makan ini dan itu demi meningkatkan produksi ASI, berbagai macam booster ASI wajib dicoba dan semakin rajin mencari informasi mengenai ASI. Seiring berjalannya waktu ibu memiliki banyak pengetahuan dan manfaat dari ASI. namun, bagi ibu dengan ASI yang kurang tentunya Tidak hanya itu saja, bagi ibu dengan ASI yang kurang tentu saja hal ini menjadi tekanan tersendiri lho karena pada dasarnya setiap ibu menginginkan dapat menyusui anaknya sehingga kondisi ini kadang membuat ibu stress.

Menjadi ibu baru seperti saya (cieeee…) Ternyata rentan dengan stress, misalkan ibu dengan ASI yang kurang melihat postingan ibu lainnya melalui instagram dengan kulkas yang terisi penuh dengan botol ASIP (air susu ibu perah) hal ini memang menyakitkan namun ASI kan pemberian Tuhan seperti rejeki jadi nikmati dsn syukurilah pemberianNya banyak atau sedikit.  Selain itu, menyusui juga tidak mudah.. saat lahir bayi harus belajar untuk bisa menghisap puting ibunya dan ibu memberikan ASI. Ketika belajar menyusui si ibu dan anak dituntut untuk harus sabar dan sudah pasti si ibu yang harus lebih sabar yah!! Hehehe.

Selain tentang rejeki ASI yang Tuhan berikan  Banyak hal lain yang menjadi bagian seru atau proses dari mengASIhi, dari kondisi tubuh yang berubah terkadang suhu tubuh kita juga mudah berubah dikarenakan puting mulai lecet dan luka selama belajar menyusui. Uh… Luar biasa sekali yaa menjadi seorang ibu. Kita harus benar-benar mengetahui bahwa menyusui bukan hanya memberikan minum atau makan untuk bayi, tetapi lebih dari itu.. menjadi ibu juga bukan hanya siaga 24jam tetapi dari setiap hal yang kita lakukan untuk anak dapat membangun ikatan emosional bersama anak. Jadi buat saya, setiap proses yang dijalani menjadi ibu baru terutama saat belajar mengASIhi anak kita merupakan perjuangan dan juga proses membangun ikatan emosional dengan anak yang percayalah ini sangat berharga dan membuat kita menjadi super sabar hehehe..

Di Tanggal 7 Agustus lalu merupakan pekan asi sedunia, saya merefleksikan bahwa tidak perduli seorang ibu dapat memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan, 2 tahun atau bahkan untuk ibu-ibu yang hanya bisa memberikan ASI selama beberapa hari dan diharuskan untuk menambah susu lain untuk kebutuhan anaknya. Percayalah menjadi ibu ibarat mengemban tugas mulia, tentunya ibu mana pun akan berjuang mati-matian untuk bisa memberikan yang terbaik untuk anaknya. Belajar bersyukur  untuk setiap kondisi yang kita miliki dan terus berusaha memberikan yang terbaik ! Selamat mengasihi.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print