Previous
Next
Penanganan-pertama-Cedera-Anak-2-Gigitan-Hewan-dan-serangga-1200x800

Penanganan pertama Cedera Anak (2) – Gigitan Hewan dan serangga

Masa kecil adalah masanya eksplorasi, apalagi dengan rasa penasaran yang besar pada setiap hal yang dilihatnya. Hal ini sangat baik bagi tumbuh kembang setiap anak. bukan hanya pada berpengaruh besar pada kecerdasan dan kesehatan, namun juga terkait perkembangan emosinya yang jadi cepat teregulasi, karena merasa percaya diri.

Sayangnya, memenuhi kebutuhan eksplorasi anak bukan tanpa resiko, bukan? Di lingkungan sekitar kita ada kucing, anjing atau serangga lainnya yang tidak bisa terus-terusan dihindari. Ya enggak apa-apa, toh anak juga sedang belajar menyayangi mahluk ciptaan Tuhan. Maka itu, bekali pengetahuan kita agar tahu apa yang harus dilakukan jika anak tiba-tiba tergigit atau tersengat.

Gigitan hewan

Goresan kuku, gigitan hewan memang kadang menimbulkan infeksi. Bahkan ada beberapa hewa yang dapat menyebabkan penyakit serius misalnya rabies; kelelawar, rakun, bajing. Apa yang harus dilakukan dirumah jika anak tergigit?

  1. Bersihkan daerah yang terkena gigitan dengan air bersih dan sabun. Balut dan tekan dengan perban atau kain bersih jika berdarah.
  2. Jika perdarahan berhenti, berikan salep antibiotic
  3. Tutup luka dengan perban atau kassa steril
  4. Bila nyerinya mengganggu berikan parasetamol atau ibuprofen
  5. Jika gigitan berasal dari hewan yang jarang ditemui, pikirkan kemungkinan mendapatkan suntikan anti tetanus atau anti rabies. Konsultasi pada dokter

Nah, kalau situasi darurat seperti apa sih yang mengharuskan ayah dan bunda membawa anak ke dokter?

  1. Pendarahan tidak berhenti mengalir setelah ditekan selama 10 menit
  2. Gigitan berasal dari hewan liar di hutan, hewan yang diduga belum mendapatkan suntikan rabies dan bertingkah laku tidak wajar
  3. Lukanya dalam, sangat nyeri, merah dan bengkak. Gigitan juga dalam.
  4. Anak tidak mendapatkan imunisasi tetanus dalam lima tahun terakhir.

Gigitan serangga

Kelihatannya serangga jumlahnya memang lebih banyak, dan lebih sering berinteraksi dengan kita di setiap hari ya. Namun, kalau digigit, terutama digigit lebah, umumnya menimbulkan rasa nyeri, kemerahan dan akan membaik keesokan harinya tanpa penanganan khusus.

Sayangnya, lain lagi jika yang digigit adalah mereka yang memiliki bakat alergi terhadap sengat serangga. Jika reaksi tubuh sekadar berupa bentol merah yang gatal dan sedikit bengkak, artinya masih masuk kategori ringan. Namun, jika wajah dan bibir bengkak, kesulitan menelan atau bicara, dada sesak, pusing, kesulitan berbafas artinya gejala alergi hebat telah terjadi.

Jadi apa yang harus dilakukan di rumah?

  1. Cabut sengatnya di kulit, jika mampu
  2. Bersihkan daerah yang terkena sengat dengan air sabun sebanyak 2-3 kali sehari, sampai kulit makin pulih
  3. Kompres dengan es batu atau air dingin selama beberapa menit
  4. Parasetamol atau ibuprofen boleh diberikan jika nyeri tidak membaik
  5. Bila terdapat gatal, dapat diredakan dengan obat minum antihistamin dank rim/salep kortikosteroid atau calamine.
  6. Kalau alergi hebat, langsung bawa ke RS terdekat

Kondisi yang mengharuskan anak dibawa ke dokter?

  1. Sengatan/gigitan berada di sekitar mulut
  2. Anak pernah mengalami reaksi alergi akibat gigitan serangga sebelumnya
  3. Terjadi infeksi (bekas gigitan makin berwarna merah, bengkak, nyeri dan bahkan bisa timbul nanah yang terjadi setelah beberapa jam/hari)

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print