Previous
Next
10-11-20161478778756sony-hxr-mc2500e-camcorder-4-768x432

PENGALAMAN TINGGAL DI PEDALAM PAPUA. SHARING BY SELVY TOBING WILSON

[fsn_row][fsn_column width=”12″][fsn_text]

Apa rasanya pindah dari ibukota ke Papua? Ternyata Selvy Tobing Wilson super happy – sudah 10 tahun Selvy & Ian tinggal di Papua bersama 5 anak-anaknya.  Kalau suaminya, Ian, sudah tinggal di Papua hampir 30 tahun. Tentu saat awal harus pindah ke Papua, lumayan berat – Papua itu kan jauh banget, gak bisa mudik seenaknya, harga tiket mahal aduh benar-benar nekat lah pokoknya

Sempat kebayang, aduh biaya hidup disana gimana ya, tapi setelah dijalanin biasa-biasa aja sih. Malah akses untuk mendapatkan daging segar, telur, sayur-sayuran, tahu tempe mudah sekali dan banyak jenis sayur organik disini. Untuk fasilitas pendidikan di Papua, sudah banyak pilihan sekolah : mau sekolah bagus banget, sekolah biasa biasa atau sekolah negeri, silahkan pilih aja. Memang kalau di desa masih banyak daerah yang tidak memiliki sekolah. Sama seperti fasilitas keehatan, kalau di kota ya cukup, tapi kalau di pedalaman tenaga kesehatan susah sekali, dating berkunjung biasanya sebulan cuma satu kali. Memang rasanya butuh perhatian lebih dari pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat.

Karena masyarakat Papua yang hidup di pedalaman, dalam kondisi miskin, tidak mendapatkan akses pendidikan jadi susah juga meminta mereka untuk paham caranya menjaga kesehatan, kebersihan. Hidup yang mereka jalani ya untuk hari ini aja, besok dipikirinnya besok aja.

Kami sih bawa happy aja, disini setiap hari bisa menghirup udara segar, nyaris gak ada polusi, kecuali rumah tetangga lagi bakar sampah, hahaha. Anak-anak setiap hari bisa mengakses sungai yang masih jernih airnya, bisa jalan ke mata air, banyak banget danau-danau yang bagus, hiking gratis, dan satu jam perjalanan aja bisa dapet pemandangan pantai atau gunung yang mewaaah banget.

Pas baru pindah, banyak yang nanya soal isu keamanan di Papua, dengar dari berita kok kayanya keadaan mengerikan. Sementara kami disini, baik-baik saja, sellau waspada sih tetap ya, tapi rasanya selama ini kondisi masih kondusif. Di Jakarta juga bahaya kan, banyak copet, banyak jambret, yang jahat sih pasti ada, tapi selama kita waspada mudah-mudahan Tuhan melindungi.

Jadi, nabung nih kita buat rencana tamasya berikutnya ke Papua? Yuk!

[/fsn_text][fsn_row_inner][fsn_column_inner offset=”2″ width=”8″][fsn_text]

 

[/fsn_text][/fsn_column_inner][/fsn_row_inner][/fsn_column][/fsn_row]

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print