Previous
Next
Pentingnya-Koneksi-Antara-Anak-dan-Orangtua-1200x675

Pentingnya Koneksi Antara Anak dan Orangtua

Ayah Bunda, hal yang paling penting untuk tumbuh kembang optimal anak sejak bayi adalah koneksi, yang didapat melalui interaksi dengan orangtua sehari-hari. Sejak bayi, perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh interaksi interaksi ini. Melalui interaksi dengan orangtua, bayi belajar untuk meregulasi dirinya. Orangtua yang responsif saat berinteraksi dengan anak akan memberikan sinyal pada anak bahwa orangtua memahami kebutuhannya. Misalnya, saat anak menangis karena sedih, Ayah Bunda berusaha memahami penyebabnya dan memberikan afirmasi atas emosinya dengan berkata “Iya, Ayah Bunda tahu kamu sedang sedih. Kamu sedih karena permennya habis.”; atau saat bermain bersama, Ayah Bunda mengikuti ritme permainan anak, seperti ikut melompat saat anak riang gembira melompat, mengganti permainan saat anak tampak bosan atau kurang semangat; dan sebagainya. Hal tersebut membangun rasa aman dan percaya anak pada orangtua sehingga membentuk attachment (kelekatan emosional) positif antara orangtua dan anak.

Attachment ini diibaratkan sebagai fondasi saat membangun rumah. Hal yang paling utama ya Ayah Bunda!  Jika fondasinya kuat, maka rumah yang dibangun akan kuat dan tidak mudah rubuh. Nah, inilah yang perlu dibangun dengan anak. Saat anak memiliki attachment yang aman dengan orangtua, ia akan yakin bahwa dunia di sekitarnya juga positif dan aman untuk dijelajahi. Anak dapat fokus pada memenuhi tugas-tugas perkembangannya pada setiap level usia. Ketika anak mengalami hambatan atau kesulitan, ia tahu bahwa ia dapat mengandalkan orangtua untuk membantu dirinya. Penelitian menyatakan bahwa anak yang membangun attachment yang aman dengan orangtua memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi, mampu mengatasi stres dengan lebih baik, serta mampu membangun hubungan yang positif dengan orang lain di masa dewasa. Jadi penting sekali ya Ayah Bunda..

Nah Ayah Bunda, jika diperhatikan, apakah anak sudah memiliki attachment yang aman dengan Ayah Bunda? Ayah Bunda mungkin sudah hadir secara fisik untuk anak, tapi apakah Ayah Bunda selalu hadir secara emosional dan selalu responsif terhadap kebutuhan emosional anak? Ayah Bunda jangan terlalu khawatir jika selama merasa kurang optimal karena tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki attachment dengan anak melalui interaksi yang positif. Mulailah menghabiskan waktu bersama anak dan perhatian fokus tertuju pada anak. Buatlah waktu spesial secara rutin dengan anak, tanpa terganggu hal lain atau memikirkan hal lain. Misalnya, kegiatan bermain bersama setiap sore (selama 30 menit), membuat kue setiap hari Minggu, mencuci sepeda bersama setiap hari Sabtu, dan sebagainya. Ayah Bunda juga dapat membuat ritual sehari-hari, seperti berpelukan sebelum tidur, sarapan bersama setiap hari, membuat salam atau tos spesial sebelum berangkat sekolah, dan sebaginya. Dan juga jangan lupa untuk banyak memberikan tatapan mata dan sentuhan saat berinteraksi dengan anak, seperti peluk, cium, usapan di bahu atau punggung, dan sebagainya.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print