Previous
Next
Perlukah-Mengajarkan-Baca-Tulis-Bagi-Balita

Perlukah Mengajarkan Baca Tulis Bagi Balita?

Sering kita lihat, banyak sekali seminar, workshop, pelatihan yang mengajak orangtua mengajarkan baca/tulis ke anaka balita, perlukah? Yang perlu dilakukan adalah stimulasi anak agar dia siap untuk menulis dan membaca ketika usianya sudah cukup, dan ingat kemampuan ini tidak sama di setiap anak. Biarkan anak berkembang sesuai kemampuannya dan berikan stimulasi pada setiap kemampuannya.

Stimulasi yang perlu dilakukan adalah :

  1. Motorik Halus : kemampuan anak untuk menulis diawali oleh stimulasi kemampuan indera perabanya. Membedakan berbagai macam tekstur dengan cara meraba (misalnya : halus, kasar, tajam), menggemgam, meremas, melipat, mencubit. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan bersama orangtua misalnya : melipat kertas (origami), menyendok, menuang air, bermain playdough, bermain pasir/beras, meronce manik manik, menggunakan sumpit/sendok/garpu.
  2. Motorik Kasar : kekuatan otot anak sebelum ia mulai menulis bisa distimulasi dengan permainan seperti monkeybar, merangkak, bermain papan keseimbangan, memanjat, bersepeda
  3. Penguasaan satu bahasa (bahasa ibu) sebelum memulai pengenalan ke bahasa lainnya. Perkaya kosakata anak melalui cerita yang dibacakan rutin, misalnya sebelum tidur
  4. Ayah dan Bunda bisa menggunakan buku aktivitas (misalnya buku menempel stiker, mewarnai, menyambung titik, mengenalkan konsep warna, besar, huruf atau angka.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print