Previous
Next
Persiapan-Mental-Anak-Sekolah

Persiapkan kesehatan anak sebelum masuk sekolah

Jadi bagaimana? Sudah daftar sekolah untuk si kecil? Nah, kalau sudah, bukan hanya perkara psikologi dan edukasi anak saja yang menjadi fokus. Namun juga kesehatannya. Sebab, Faktanya, dunia penuh kuman (dan virus, dan bakteri) menunggu di luar sana. Di sekolah, anak mudah terserang flu misal saat hidung meler tak dibersihkan, bersin yang menyebar ke seluruh penjuru kelas, saling berbagi mainan, buku, dan sebagainya.

Jadi bagaimana dong caranya, agar mengupayakan anak bisa tetap sehat meski bersekolah, atau bahkan ia bisa pula diajarkan untuk berusaha agar tetap sehat? Mari yuk, kita persiapkan kesehatan anak sebelum masuk sekolah:

Wilayah berbahaya

Sekolah adalah “Germ Candy Stores” kata Dr. Harley Rotbart, seorang profesor kedokteran anak dari Universitas Colorado. Sekolah adalah wilayah saling menyentuh, dan saling menularkan penyakit. Karena itu, orang tua sebaiknya sudah bersiap.

Misalnya, membawakan tempat minum sendiri dan tidak berbagi dengan teman lainnya. Menyiapkan hand sanitizer juga penting, plus membiasakan anak untuk menggunakannya kalau tidak sempat cuci tangan.

Bersin = siku 

Coba ajarkan si kecil untuk mengingat-ingat kalimat ini: meler = tisu, bersin = siku. “Anak-anak menggunakan tangan untuk menyentuh apapun, “jelas Gabrielle Traub, homeopathic practitioner dan faculty member di Pacific College of Oriental Medicine, Amerika.

“Karena itu, mengajarkan mereka untuk ‘membuang’ bersin di siku (alih-alih menutupnya dengan tangan) efektif mencegah penyebaran kuman.” demikian menurut Dr. Jennifer Shu, dokter pakar CNN Health. Ajarkan si kecil juga untuk segera membuang tisu bekas.

Cuci tangan

Menjaga kebersihan tangan adalah cara terbaik mencegah penyebaran kuman dan penyakit. Jangan pernah lelah ingatkan si kecil untuk sering-sering mencuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan kamar mandi atau toilet. Jangan buru-buru juga saat mencuci tangan. Waktu yang ideal, menurut Dr. Jennifer Shu adalah 20 detik; ini setara dengan sekali bernyanyi “Happy Birthday”. Mencuci tangan dengan cara yang benar akan memotong penyebaran kuman penyebab diare, juga salesma.

Cukup Tidur

Rotbart mengingatkan agar orang tua selalu memastikan anak-anaknya cukup tidur. usia anak sekolah masih membutuhkan tidur 10-11 jam setiap malam. Kurang tidur, jelas menurunkan kemampuan sistem daya tahan tubuh untuk memerangi penyakit

Bergerak!

Olahraga dapat memperbaiki sirkulasi tubuh, meningkatkan kadar oksigen, dan membantu sel darah putih bekerja melawan makluk asing dengan lebih efektif. Lebih penting lagi, aktivitas fisik membantu mengurangi stres – yang bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Robart sendiri menyarankan; setidaknya anak berlari selama 40 menit sehari, meski di udara dingin. Anak bisa menggunakan jaket dan topi, namun, ia sebaiknya tetap bergerak.

Kurangi konsumsi manis

Konsumsi gula menjadikan kerja sel tubuh menjadi kurang efektif dan menyebabkan sel-sel tubuh yang bertugas menjaga daya tahan tubuh menjadi ‘mandul’, tidak bisa menerima atau mengirim sinyal. Ujung-ujungnya: kurang efektif melawan virus.

Lebih baik membekali anak dengan makanan yang kaya akan vitamin C, dan berbagai zat gizi lengkap lainnya. Sebab, makanan memegang peranan paling penting dalam mencegah dan menghalau penyakit.

Oh iya, semua poin diatas juga berlaku untuk para guru dan elemen sekolah ya. Sebab, penyakit kan tidak hanya menyerang anak-anak namun juga orang dewasa.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print