Previous
Next
Review-Film-Peter-Rabbit

Peter Rabbit Film

Siapa anak zaman sekarang yang masih kenal Peter Rabbit, Tom Kitten, Jemima the duck dan teman-teman lainnya? Siapa yang pernah baca buku-buku tentang kisah klasik hewan-hewan asli pedesaan tersebut, di tengah gempuran cerita superhero, princess, anime dan animasi keren terbaru dengan cerita original yang mengambil topik kekinian super canggih dan modern?

Kayanya enggak ada ya…hehehe

Tapi sesungguhnya, Beatrix Potter adalah seorang jenius yang memilih untuk hidup sendiri dan menceritakan kisah dari hewan-hewan yang selalu sibuk setiap harinya. Sayangnya jenius ini hanya akan jadi legenda yang menghilang, seperti jutaan jenius lainnya, karena kini tak lagi terdengar Namanya.

Untung ada film-nya

Jika ayah dan bunda adalah termasuk penggemar Beatrix Potter dan karya-karya klasiknya, pasti akan timbul sebersit rasa kecewa ketika menyaksikan film terbaru dari Sony animation Pictures yang satu ini. Tentu saja, bukan karena animasi nya yang CANGGIH BANGET sehingga Peter benar-benar terlihat seperti kelinci berbulu fluffy yang menggemaskan lahir batin.

Tapi karena ceritanya yang 180 derajat berbeda dari kisah-kisah penuturan Beatrix Potter baik dari buku maupun film terdahulu.

Kisah klasik berubah jadi rebel kekinian

Pernah kebayang gak kalo si jaket biru itu mengakali pagar listrik untuk mencegah kelinci masuk, menjadi rumah petani yang dialiri listrik? Pernah kebayang gak kalau si geng kelinci yang di buku adalah anak-anak kecil, yang suka main ke kebun orang dan membuat baju-bajunya kotor, kini telah tumbuh remaja dan jadi kelinci jago karate.

Tapi, penggemar Beatrix Potter harus berterima kasih pada sutradara Will Gluck karena mengubah si Peter menjadi kekinian. Kenapa? Karena film-nya jadi lucuuuuuu banget!

Percaya deh, ayah, bunda dan anak-anak akan tertawa sepanjang film. Karena nonton Peter Rabbit versi modern ini rasanya seperti menyaksikan film mr. Bean, atau pernah nonton Alexander and the terrible, Horrible, No Good,Very Bad Day? Nah, beginilah rasanya menyaksikan kejahilan si kelinci di film ini.

Wajar, karena penulis scenario-nya, Rob Lieber, adalah penulis film Alexander. Sementara Will Gluck, sang sutradara, juga merupakan sutradara dari remake film klasik; Annie

Hiburan yang menyenangkan

Dengan rate yang kurang dari IMDB maupun Rotten Tomatoes, sesungguhnya Peter Rabbit adalah film keluarga yang menyenangkan untuk disaksikan di akhir pekan. Percaya deh. akting para pemain yang baik, animasi yang menakjubkan, setting tempat shooting yang pedesaan, dan cerita yang super kocak akan mengajak ayah dan bunda sejenak melupakan penatnya pekerjaan.

Sebetulnya, di Inggris dan Australia, kisah Peter Rabbit sudah difilmkan dalam bentuk serial, semenjak beberapa tahun silam. Tokoh ini memang masih terkenal di dua negara tersebut. Kalau tidak difilm-kan, mungkin pada akhirnya Peter Rabbit akan menghilang begitu saja, dan cerita-cerita tentang para hewan pedesaan ini akan tenggelam tanpa jejak.

Sayang, kan?

Semoga industri perfilman Indonesia pun nantinya akan tiba ke saatnya mengangkat semua kisah-kisah klasik ke dalam film yang menarik untuk disaksikan semua lapisan usia. Yuk, kita sama-sama mendukung cerita klasik yang ramah anak! Seperti si Rabbit yang terkenal dengan ucapannya ini “Good Rabbit, never gives up!”

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print