Printables: Stiker Tempat Sampah Lucu untuk Anak

Jadi setelah Minsy berkunjung ke TPST Bantar Gebang, masalah terbesar yang terjadi karena sampah yang overload di sana adalah:

– Pencemaran udara dan tanah warga Bekasi, bahkan sampai ke mana-mana sekarang. Sedih, kan?

– Kehidupan anak-anak pemulung yang serba gak menentu, tidak ada identitas dan tidak bisa mengenyam Pendidikan. Karena orang tuanya pindah ke Bekasi untuk menjadi pemulung.

Itu hanya yang terjadi di JABODETABEK. Di tempat lain, Minsy yakin tidak jauh berbeda sih…

Padahal, prinsipnya, sampah itu gak ada lho! 

Iya, kalau kita melakukan satu hal yang paling penting dari rumah, dan dibiasakan pada seluruh anggota keluarga: MEMILAH SAMPAH.

Kebayang gak bahwa sampah kita itu sebetulnya enggak jorok?

Di rumah Minsy, tempat sampahnya ada 4. Tempat sampah plastik, kertas, residu dan organik. Bekas sayur, buah dan kulit bawang habis masak (yang masih mentah) dikompos pakai gentong besar.

Panen terusss sebulan bisa 2 kali.

Sampah bekas tulang-tulang, duri-duri, Minsy kubur di halaman belakang yang cuma sepetak.

Plastik dan kertas disimpan untuk disetor ke tempat pengolahan yang sekarang sudah banyak banget itu. Ke bank sampah juga bisa.

Sampah residu dikurangi, tidak sering-sering pakai tisu. Bekas snack dicuci dulu jadi bisa masuk sampah plastik.

Masker dimampatkan ke dalam botol plastik bekas hingga jadi ecobrick

Percaya deh anak-anak itu pinteeer banget. Mereka mudah ingat dan bisa disiplin. 

Kebayang kan kalau kita mulai dari usia kecil? Kebiasaan baiknya akan dibawa hingga dewasa.

Untuk memudahkan, nih Minsy siapin juga stiker gemes. Buibu bisa download printables ini di website Parenting is Easy. Minsy kasiiih dengan ikhlas dan senang hati! Klik langsung tombol download di bawah!

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on facebook
Facebook
Share on email
Email