Previous
Next
Indikator-bayi-sehat-GENDUT

Problematika orang tua; Galau Berat Badan!

Sering sekali ya orang tua, terutama dari anak yang masih balita, mengeluhkan soal berat badan anaknya. Bermula dari nafsu makannya yang biasanya dianggap kurang, lalu posturnya yang terlihat kurus, kemudian mulai deh mencari-cari suplemen tambahan, jamu cekok atau susu-susu yang bisa menambah berat badan anak.

Tapi sebenarnya bagaimana sih?

Pantau dengan growth chart

Sesungguhnya menurut dr Arifianto SpA, berat badan anak yang selama enam bulan flat terus dan tidak ada kenaikan memang tidak wajar, dan harus dipantau. Namun, yang disebut dengan pemantauan berat badan harus dilakukan secara objektif dengan growth chart.

Biasanya, standar growth chart yang digunakan bisa di print langsung dari situs WHO, dan disitu ada beberapa garis yang disebut persentil. “Nah, kalau sampai memotong dua garis, apakah bentuknya benar-benar mendatar atau mungkin naik namun melandai; itu dikatakan sebagai gagal tumbuh,” ujar dokter Apin.

Penyebab anak kekurangan berat badan

Jadi, kata dokter Apin, penyebabnya secara umum ada dua. Yakni:

  • Asupan yang berkurang

Artinya, ada anak yang secara umum malas makan namun masih wajar. Ini biasanya disebut picky eater. Anak-anak ini sebetulnya sehat, namun makannya milih-milih. Atau bisa juga, asupan berkurang karena sedang sakit.

  • Kehilangan massa tubuh

Nah, yang ini maksudnya ada anak yang gizinya baik, namun beberapa bulan kemudian mulai turun BB nya. Biasanya “digerogoti” penyakit-penyakit tertentu. Misalnya infeksi saluran kencing yang tidak bergejala. Atau bisa juga cacingan. Nah yang seperti ini, harus dievaluasi.

Masalah utama anak yang kurang berat badan

Tentu saja, yang menjadi masalah adalah jika anak masuk ke dalam kategori gizi kurang atau gizi buruk. Ini jelas akan membuat daya tahan tubuh rendah dan lebih mudah terinfeksi penyakit. “Atau jika sakit lebih lama sembuhnya dibanding orang lain, dan punya kemungkinan komplikasi ke organ-organ lain,” ujar Dokter Apin.

Tapi, yang dimaksud dengan waspada kekurangan berat badan, bukan berarti anak harus gemuk yaaa. Sebab, yang menjadi tolak ukur adalah tumbuh kembang setiap anak masing-masing yang dipantau lewat growth chart-nya.

Perlukah tambahan suplemen atau susu?

Nah, karena tolak ukurnya bukan berarti anak harus gemuk, maka tidak perlu panik dan membabi buta mencari suplemen atau susu ya. Konsultasikan ke dokter anak untuk resiko-resiko kehilangan massa tubuh, jika hal ini yang terjadi. Sebab, hingga kini belum bisa dibuktikan apakah ada suplemen penambah nafsu makan. Karena yang kini di klaim sebagai penambah nafsu makan pada dasarnya vitamin.

Mengonsumsi vitamin larut air ini, jika dikonsumsi rutin, adalah karena kebanyakan menggunakan pemanis dan pengawet. Jika terus menerus digunakan maka akan terakumulasi dalam jumlah tinggi dan tidak baik dampaknya untuk kesehatan jangka Panjang.

Misalnya vitamin C dosis tinggi yang berlebihan, nantinya akan dibuang lewat air seni dan ini artinya membebani ginjal untuk membuang vitamin-vitamin larut air tesebut.

Begitu juga dengan susu. Sebab, elemen dalam susu tidak hanya kalsium. Ada juga lemak, dan gula. Memang, ujar Dokter Apin, bisa menambah berat badan. Namun termasuki juga meningkatkan kadar gula dan lemak dalam darah. Maka ada batas maksimal berapa banyak anak boleh minum susu.

Tidak usah panik, ayah dan bunda

Sekali lagi yang ditekankan adalah memantau growth chart masing-masing anak. kalau dalam pertumbuhan sudah memotong satu garis, artinya orang tua sudah harus mulai waspada.

Oleh sebab itu juga, orang tua harus paham bagaimana membaca dan menggunakan growth chart kemudian mampu menganalisis ketika sudah memotong 1 garis persentil. Apa yang harus dilakukan dan memahami benar penyebab berat badan kurang tersebut, melakukan assessment apa yang kira-kira menjadi latar belakang-nya. Bukan tergesa-gesa berusaha membuat berat badan naik.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print