Previous
Next
REJEKI-ANAK-SUDAH-DIATUR-1200x675

REJEKI ANAK SUDAH DIATUR

Anda percaya akan judul di atas? Saya percaya 100%. Bahwa memang rejeki anak-anak kita sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Semua mahluk hidup dijamin rejeki nya oleh Allah SWT. Apakah anda ingat lirik lagu “cicak cicak di dinding” ?

Cicak cicak di dinding .. diam diam merayap .. datang seekor nyamuk .. HAP .. lalu ditangkap ..

Cicak yang hanya bisa merayap di dinding, makanan nya adalah nyamuk yang terbang. Sepertinya mustahil cicak bisa memakan nyamuk, bagaimana caranya merayap bisa menangkap yang terbang. Tapi Allah SWT membuat seekor nyamuk mendatangi cicak, sehingga cicak bisa makan. Sebegitu indahnya rejeki disiapkan oleh Allah SWT untuk semua mahluknya.

Cicak saja disiapkan rejekinya, apalagi anak-anak kita. Tapi apakah itu berarti kita sebagai orangtua duduk manis dan berdoa saja? Berharap pada saat anak kita akan memasuki sekolah dan membutuhkan uang pangkal, maka rejeki nya akan turun? Seperti nyamuk yang mendatangi cicak? Perbedaan cicak dengan kita, adalah kita manusia. Diberi akal lebih, dan diminta untuk berusaha, bekerja keras, dan tak lupa diiringi dengan doa. Maka sudah sepantasnya kita melakukan usaha untuk mempersiapkan dana pendidikan anak-anak kita. Jangan berdalih dengan kalimat “rejeki anak sudah diatur”

Karena saya sering sekali berjumpa dengan beberapa orang tua  yang terlalu santai … saat diberi rejeki, eh rejeki nya  dipakai untuk membeli keperluan tersier. Lupa akan prioritas utama. Contohnya bulan-bulan seperti ini. Bulan Desember-Januari. Semua orang pergi berlibur, semua orang update status di sosial medianya, update foto-foto liburan nya, sehingga membuat kita tergiur untuk berlibur juga. Kalau tidak liburan, nanti tidak seperti keluarga jaman NOW. Godaan untuk pergi liburan begitu besar di jaman NOW ini.

Akhir tahun, ternyata suami mendapatkan bonus akhir tahun. Wah, bisa dong liburan akhir tahun, update foto liburan keluarga di sosial media. Liburan sebentar tidak masalah. Tapi kemudian karena liburannya mendadak, biaya tiket pesawat dan hotel dipesan mendadak juga. Akhirnya biaya liburan membengkak. Akhirnya bonus akhir tahun suami, habis hanya untuk liburan. Kalau kita telaah lebih dalam, sebenarnya rejeki bonus akhir tahun adalah rejeki untuk seluruh keluarga. Terutama untuk keluarga yang memiliki anak yang akan naik tingkat sekolah. Walaupun ini masih bulan Desember, perlu kita ingat bahwa biaya untuk persiapan sekolah anak yang  mau naik tingkat, misal dari TK ke SD, dari SD ke SMP, dari SMP ke SMA. Semua biaya pendaftaran dan biaya beli formulir, rata-rata harus dibayarkan di bulan Januari atau Februari.

Jadi jangan terlena dengan kalimat “rejeki anak sudah ada yang ngatur” , memang benar sudah diatur. Tapi kita sebagai orangtua harus lebih bijak dan cermat, mengatur rejeki  yang kita terima. Dengan cara apa?

  1. Membuat skala prioritas kebutuhan
  2. Menjaga skala kebutuhan vs keinginan
  3. Mengatur dengan baik jangka waktunya

Jadi rejeki yang sebenarnya buat anak kita, jangan sampai terpakai untuk keperluan lainnya ya …

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print