Previous
Next
Ruang-Tengah-Yang-Worry-Free

Ruang Tengah Worry Free

Tips dari taman main

Kecuali kita anak raja, kayanya enggak mungkin ya punya ruang tengah yang bebas anak, karena anak-nya punya ruang bermain sendiri. hehehe..yang namanya punya anak, apalagi masih balita, ya udah pasti serumah-rumah dijajah. Udah pasti rumah jadi punya si anak. makanya, semua harus dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan anak. Ramah anak dan Worry Free..

Nah, di taman main daycare, sebelum di desain, kami memikirkan hal yang sama. Meski, kalau daycare sudah jelas dong ya, semua untuk kepentingan anak. Tetapi, mungkin tips-tips berikut ini bisa juga diterapkan di rumah masing-masing;

Meja bundar

Punya anak artinya menyingkirkan semua siku tajam! Maka, carilah semua jenis meja yang bentuknya bundar. Kalau bosan, bisa divariasikan ukurannya kok. Misalnya ukuran meja makan, ukuran coffee table yang kebih kecil.

Meja dan kursi dengan penyimpanan

Percayalah, kalau sudah punya anak, enggak ada tuh istilah terlalu banyak tempat penyimpanan. Emang harus banyaaaak! Capek kan kaki nginjek mainan? Nah makanya, selipin lah storage ekstra di ruang keluarga. Cari meja dengan laci, coffee tables dengan rak kecil, bahkan kursi yang bisa dibuka dan ada ruang penyimpanannya. Ya seenggaknya bisa ‘diabruk-abruk’-in dulu sebelum punya waktu beres-beres mengembalikan semua barang ke tempatnya.

Jadi rumah gak keliatan berantakan terus. Ini contoh yang baik juga lho, buat anak. Dan lagian, mereka juga jadi lebih seneng rapi kalau ngeberesinnya mudah, kan?

Area Rugs

Ruangan dengan lantai saja memang enak karena mudah dibersihkan. Tapi ruangan dengan karpet penuh juga enak karena empuk dan aman untuk anak-anak. jadi, solusi yang paling aman adalah dengan area rug. Kalau anak tidak memiliki alergi, area rug berbahan karpet ini cukup solutif. Karena luasnya hanya seukuran tempat anak bermain. Mudah diangkat dan bisa dilaundry. Tapi tetap empuk dan aman untuk anak-anak bermain.

Furniture yang nyaman

Yeah well, semua orang pasti memilih furniture yang nyaman ya. Hehehe..tapi maksudnya disini, hindari furniture yang terlalu tinggi untuk jangkauan anak, dan bersiku tajam. Pilih sofa yang ukurannya tidak terlalu tinggi, jadi anak bisa belajar untuk naik dan turun sendiri, tanpa beresiko jatuh atau terpeleset. Lagian kita gak mau kan ngabisin waktu buat teriak “Adeeeee awaaassss nanti jatuuuhh!!!” cape deh!

Lemari menempel kuat ke dinding

Jadi yang namanya anak-anak itu, senengnya eksplor. Ada rak-rak sedikit, udah pasti dipanjat. Makanya, kami bikin lemari buku yang menempel ke dinding. Resiko anak ketibanan lemari itu serem banget lho! Sekali lagi nih, apa iya kita mau terus-terusan melarang anak manjat-manjat? Kasian juga anaknya enggak bisa eksplor, kasian juga tenaga kita dipake untuk khawatir terus.

Harus mudah di-lap

Kami di taman main memilih kulit sintetis untuk mainan empuk, alas duduk, bantalan kursi dan sebagainya. Kenapa? Karena tugas anak kecil adalah bermain, eksplorasi dan sudah pasti ada cipratan, tumpahan, kotoran, muntahan dan sebagainya. Enggak bisa enggak deh. Proses toilet training anak mana yang enggak pernah kelepasan di ruang tengah, coba? Kayanya enggak ada. Sementara anak masih kecil, mau enggak mau harus pilih material yang mudah dibersihkan deh.

Minimalis

Dalam makna sebenarnya. hehehe..ya namanya ruangan ramah anak, sebaiknya enggak usah banyak-banyak meletakkan frame foto, vas bunga, atau objek dekoratif lain yang beresiko ya. Jangan lupa juga pastikan untuk meletakkan benda tajam di tempat paling sulit dijangkau. Dan listrik-listrik semua tertutup.

Yasudahlah ya, namanya juga anaknya masih kecil. Nanti juga dia besar, dan kita bisa menghias rumah sesuai keinginan. Akan tiba saatnya kok ayah, bunda. Sabar ya..

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print