Previous
Next
Indikator-bayi-sehat-GENDUT

RUMAH KAPAL PECAH EDISI #ABISLAHIRAN

Masih inget banget deh euphoria saya dan sepupu saat mempersiapkan kamar bayi untuk kelahiran anaknya yang pertama. Ceritanya sepupu saya, si calon bapak ini – mau memberikan surprise untuk istrinya. Manis banget yaaa, kami cukup serius mengerjakan kejutan ini, karena beberapa perabotan bayi memang sudah dibeli si istri – bearti tinggalmengatur letak dan printilan aksesoris yang bikin kamar bayi mirip referensi dari pinterest

Setelah hampir 10 hari mengatur kamar bayi, akhirnya surprise!! Si istri benar benar terkejut dan tampak sangat bahagia! Hohoho, sekarang tinggal nunggu jabang bayinya lahir aja nih.

Saat pulang dari rumah sakit, otomatis bayi masih tidur bersama orangtuanya. Nah si kamar bayi yang “so gemas” dijadikan ruang menerima tamu yang datang menjenguk. “gong” nya sih saat hari akekah – rasanya semua orang berebut mau masuk dan menjadikan kamar bayi sebagai background foto.

Nah, beberapa bulan kemudian saya datang mengunjungi sepupu, kurang lebih penampakan kamar bayinya jadi kaya gudang lah. Semua nungkus kado yang belum sempat dibuka bertumpuk di atas lemari bayi, stroller kado 3 biji bersandar di pojokan.

“Aku bingung kado-kado ini mau diapain, banyak barang-barang yang aku udah punya, tapi kalau aku lihat yang ngasih ini kan ada saudara dekat, ada temennya si mamah, ada bos di kantor, ada sahabatku jaman sekolah dulu – aku gak mungkin kasih-kasihin ke orang lain kan kado-kado ini. Bingung taro mana, akhirnya kutumpuk semua disini. Huhuhu kamar baby jadi kaya gudang deh”

Nah sebenarnya apa sih yang bisa kita lakukan untuk menanggulangi permasalahan semacam ini. Kan sayang ya kamar bayi yang seharusnya nyaman dan bisa jadi tempat istirahat akhirnya harus berakhir jadi gudang

  1. Mau gak mau, usahakan ada ruang untuk storage. Fungsi ruangan ini salah satunya adalah menyimpan berbagai macam barang yang belum digunakan saat itu
  2. Siapkan kamar bayi dengan perlengkapan bayi yang dibutuhkan saat itu saja. Tahan hasrat tampil kaya pinterest, naro tepee misalnya  : mengundang balita-balita buat bermain di kamar yang akhirnya bikin berantakan. Letakkan benda-benda yang diperlukan saat itu. Kebanyakan barang bisa bikin penampakan macam baby’s shop, bukan baby’s room
  3. Barang apa saja sih yang perlu ada ?
  • kosmetik bayi yang digunakan sehari-hari (misalnya : sabun, shampoo, lotion, minyal telon, baby oil)
  • tempat tidur bayi
  • bak mandi bayi & perlengkapan mandi
  • handuk
  • popok  ganti
  • 3 stel baju ganti bayi
  1. Minim untuk Maxi alias atur strategi naro barang sesedikit mungkin agar muat banyak orang ☺. Bayinya satu, pengunjungnya banyak! Anggap aja, makin banyak yang berkunjung, makin banyak doa yang dihadirkan untuk anak kita

Lagipula, kita berhak lho mengatur ruang publik di rumah kita, kalau memang ada beberapa ruang yang tampak seperti kapal pecah, ya tutup aja pintunya. Nanti kalau ada tamu atau teman yang datang, kita bisa duduk di ruang lain yang lebih rapih.

Biasakan melatih pikiran untuk berfokus ke hal-hal yang penting, misalnya kondisi bayi, kebutuhan makan dan istirahat ayah ibu, lainnya bisa menyusul sesuai skala prioritas. Santai saja! #parentingiseasy

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print