Previous
Next
Rumah-Tanpa-Jendela

Rumah tanpa jendela

Udara makin panas ya? Rasanya enggak kuat banget berlama-lama ada di luar ruangan tanpa AC. Gerahnya itu lho, duh. Rasanya seperti sinar matahari menusuk-nusuk masuk kedalam kulit.

Lalu kemudian tentu saja lebih enak ngadem di dalam kamar, di ruangan kantor atau bahkan di dalam mobil yang full AC. Iya dong?

Padahal, ngeh gak sih, sebetulnya dengan lebih banyak orang yang lebih suka menikmati sepanjang harinya didalam ruangan ber-AC, artinya akan membuat udara akan terus semakin panassss. Seperti makan buah simalakama ya. Serba salah.

Tetapi kita bisa kok mencoba melakukan sesuatu, misalnya dengan mulai menghindari kebiasaan ‘rumah tanpa jendela’. Apa sih itu? iya, rumah tinggal belakangan ini jadi lebih banyak yang di-set seperti gedung perkantoran atau apartment. Serba tertutup. Tak hanya dibatasi tembok, bahkan tirai nya juga ditutup rapat agar sinar matahari tidak masuk, dan AC menjadi dingin.

Anak-anak bahkan sudah terlalu terbiasa dengan dinginnya AC sehingga sungkan bermain diluar menikmati matahari, seperti kita waktu kecil dulu. Padahal mereka butuh banget lho udara luar dan sinar matahari. Kita juga!

Tapi bagaimana dong biar rumah terasa adem meski membatasi penggunaan AC?

1 ) Pakai baju yang adem

Inget gak dulu waktu pertama kali ditetapkan hari pakai baju batik oleh Jusuf Kalla? Waktu itu beliau bilang “bahan batik lebih nyaman dibandingkan menggunakan jas dan tentu hal ini berpengaruh terhadap penggunaan pendingin ruangan agar tidak perlu terlalu dingin.” Nah, coba deh pakai batik tipis di rumah, selain membeli hasil karya bangsa, tentunya juga lebih adem.

2 ) Batasi penggunaan alat elektronik

Tau gak sih kalau peralatan eketronik itu mengeluarkan suhu panas? jadi, kalau memang usai digunakan sih matikan saja. Televisi, computer, bahkan sampai ke charger ponsel jangan menempel di stop kontak kalau enggak dipakai. Sebab masihh mengaliri listrik dan memicu peningkatan suhu dalam ruangan, lho. baca buku atau bermain sama anak-anak, lebih menyenangkan lho..

3 ) Sejak awal membuat desain yang menjaga sirkulasi udara

Ketimbang membangun rumah tanpa jendela lebih baik membuat rumah dengan seribu jendela. Konsultasikan pembangunan rumah dengan ahlinya, atau belajar otodidak pun kini sudah banyak aksesnya. Buat rumah dengan perputaran udara yang baik.

4 ) Gunakan bahan alami

Ganti karpet dengan lampit rotan, hindari bahan bermaterial sintetis yang tidak bisa membuaut kulit bernafas lega dan dampaknya meningkatkan suhu tubuh. Pilih bahan katun untuk seprai, sofa, gorden, misalnya.

5 ) Pilih cat dengan warna teduh

Hijau daun, misalnya. Hal ini sangat ngebantu lho, untuk memberikan efek adem didalam rumah. Sebaiknya hindari cat yang berwarna terang gonjreng.

6 ) POHON!

Apalah jadinya hidup ini tanpa pohon? Kita butuh lho pohon, jangan sampai pekarangan kita dipenuhi pohon yang bisa disco seperti yang ada di film Lorax. Hehehe…pepohonan ini jelas akan membantu menjaga suhu rumah lebih dingin dan teduh. Bahkan melindungi rumah dari paparan sinar matahari langsung. Apalagi kalau hiasan didalam rumahnya pakai tanaman hias..

7 ) Mengakali kipas angin

Tahu gak? kalau kita mengatur kipas angina berlawanan dengan arah jarum jam, pada kecepatan yang lebih tinggi, dapat membuat aliran udara dari kipas menghasilkan efek angin dingin? Trik ini bisa membuat kita merasa lebih sejuk di rumah, meski tanpa AC.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print