Previous
Next
Rumah-Yang-Mendukung-Sekolah-1200x600

Rumah yang mendukung sekolah

Pernah gak sih merasa menyesal, kenapa juga dulu waktu masih sekolah enggak terorganisir, enggak rapi dan enggak serius belajar? Padahal kesempatannya gak selalu datang berkali-kali kan. Nah, mumpung anak-anak masih kecil, kita coba bantu mereka agar tidak mengulang kesalahan yang sama. The earlier we do this, the better.

Lalu, bagaimana caranya? Dengan menyediakan situasi rumah untuk mendukung sekolah; Ciptakan school zone di rumah.

Anak yang terorganisir, berawal dari orang tua yang mampu melakukannya

Siapkan sebuah tempat dirumah untuk mengerjakan semua pekerjaan sekolah dan ajak si kecil untuk konsisten menyelesaikan tugas sekolahnya di situ. Tentu saja, pilihlah area ditengah rumah dan ciptakan tempat tanpa gangguan mainan, layar dan sebagainya. Akan lebih seru, kalau digabung dengan ruang kerja orang tua.

Jangan lupa siapkan kertas, alat tulis, dan sebagainya untuk orang tua dan anak belajar Bersama. Di tempat itu juga orang tua bisa memeriksa isi tas anak, kertas pengumuman dan pemberitahuan, hingga menandatangani daily report dari sekolah.

Perkenalkan anak pada rencana harian

Seumur hidupnya, melakukan perencanaan harian dengan agenda dan kalender akan selalu terpakai, dan amat bermanfaat. Cara membiasakannya mudah kok, setiap malam sebelum makan, duduk dulu di school zone dan lakukan review pada agenda yang sudah dan akan dilakukan. Pastikan rencana hari ini berjalan, dan tanyakan rencana esok juga hari-hari berikutnya. Pastikan juga bahwa mereka sudah memersiapkannya dengan baik.

Periksa isi tas sekolah, jangan lupa!

Pada jam ketika orang tua dan anak ketemu, di school zone jangan pernah lupa mengecek isi tasnya. Mulailah dari melakukan review harian dan agenda anak. tanya juga ada surat pemberitahuan dari guru atau tidak. Dan pastikan anak menyimpan semuanya di dalam binder yang selalu ada di dalam tas sekolah. ini hal pertama yang harus diperiksa, sebelum pekerjaan rumah.

Rutinitas mengerjakan peer

Setiap anak beda-beda. Ada yang memilih untuk langsung mengerjakan peer ketika pulang sekolah, tapi ada juga yang memilih istirahat dulu dan mengerjakannya nanti sore atau malam. Apapun yang Anak pilih, sebetulnya enggak masalah selama dilakukan dengan rutin dan konsisten.

Ajak anak untuk mengerjakan soal atau tugas yang lebih sulit terlebih dulu, agar tugas lainnya jadi terasa mudah. Pastikan juga si kecil mengerjakan peer di school zone-nya, dan terbiasa dengan rutinitas yang disukainya. Maka itu, pastikan school zone merupakan wilayah bebas gangguan. Apalagi kalau ada adik kecil yang masih hobi menarik dan berteriak. Siapkan wilayah yang berbeda di rumah.

Mulai dan akhiri hari dengan rutinitas teratur

Anak, sebetulnya butuh rutinitas. Bahkan sejak bayi, karena anak kecil masih berusaha menyesuaikan diri dengan dunia dan butuh kepastian. Rutinitas menjawab kebutuhan tersebut. Lihat deh di kelas, pasti ada jadwal dimana-mana. Kalender, jadwal makan, hari ulang tahun, acara spesial dan sebagainya. Selain karena mereka memang butuh, cara ini paling efektif untuk memerkenalkan konsep manajemen waktu.

Makanya, di rumah pun usahakan untuk selalu begitu. Bangun, mandi, sarapan, siap-siap di jam yang sama setiap hari. biasakan juga untuk merapikan tempat tidur sebelum berangkat. Merapikan tas, dan baju sejak malam. Dan orang tua adalah role model utama untuk membiasakan hal ini. Anak akan melihat contoh dari ayah dan ibunya yang juga selalu terbiasa menyiapkan makan, memastikan pekerjaan rumah anak, hingga kerjaan kantor dengan teratur.

Untuk membantu mereka melakukan semuanya, siapkan furniture dengan tinggi yang bisa terjangkau oleh anak-anak. letakkan barang-barang di tempat yang mudah diambil, tidak membuat anak kesulitan dan harus memberantakkan barangnya. Di sudut school zone disiapkan tembok kosong untuk tabel check list juga oke, lho.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print