Previous
Next
3SEP17-1200x1200

Si Kecil dan Eksplorasi Seksualnya; Yes or No?

Pendidikan Sex Bagi Si Kecil The Series #8

Kalau si kecil di rumah sudah mulai beranjak besar dan eksplorasi yang dilakukan semakin banyak, tandanya ia berkembang dengan baik, bukan?

Iya sih, kalau yang dieksplor mainan, daun-daunan, hewan atau benda-benda di rumah. Tapi kalau dia mulai betah menarik-narik penisnya, gimana? Duuh..apalagi kalau ingat kata-kata tabu orang tua dulu. Anak kecil kan harusnya belum punya hasrat seksual ya? Tapi kok kalau disuruh berhenti pegang penis-nya dia menolak?

Kok dia bilang enaaaak siiihhh? Adudududduuuh..

Fase sensual

Tenang buuu, tenang! Umumnya, anak-anak memang tertarik dengan bagian tubuh yang dianggap malu untuk dibicarakan, kok. Meski sebenarnya nih ya, misalnya anak menyentuh dada ibu atau pengasuh, ia tidak berpikir macam-macam.

Rasa penasaran itu justru semakin bertambah saat diberi tahu bahwa hal itu tidak sopan.

Jadi gak usah dikasitau? Ya harus dikasih tahu dooong! Hehehe..

Mulai usia 5 tahun

Nah, meski fase sensual anak bahkan dimulai sejak usianya 0 tahun, namun menjelang atau setelah usia 5 tahun rasa penasaran anak seputar masalah seksual kian besar. Hal ini wajar ya bu, dan kemungkinan anak memang akan melakukan berbagai perilaku seksual. Misalnya, memasukkan tangan ke dalam celana usai bangun tidur, menarik-narik penis, atau menggesekkan penis ke Kasur.

Eh, jangan salah, anak juga mulai tertarik lho dengan permainan seksual yang bersifat eksploratif. Misalnya; buang air kecil bareng-bareng dan saling memerlihatkan penis masing-masing, lalu tertawa Bersama-sama.

Hal ini adalah konsekuensi rasa penasaran seksual pada anak. Anak dapat melakukannya dengan teman yang berbeda maupun yang sama jenis kelaminnya.

Lalu, harus bagaimana?

Kalau anak sudah mulai masuk ke fase yang intens seperti itu, ayah dan bunda bisa melakukan beberapa hal misalnya:

  • Biarkan anak melakukan aksinya. Namun kalau terlalu sering dan mengganggu, alihkan perhatiannya. Misalnya dengan mengajak melakukan permainan yang lain.
  • Biasanya anak yang ketagihan adalah anak yang kurang perhatian. Makanya, cara mengatasinya adalah dengan memberi perhatian yang cukup. Lakukan kegiatan Bersama anak, luangkan lebih banyak waktu untuk ngobrol dari hati ke hati, tanyakan hal-hal seputar kegiatan dan kesukaannya. Dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas waktu Bersama anak, kebiasaan itu akan hilang dengan sendirinya.
  • Jangan dimarahin ya buuu. Kadang kalau ngeliat hal baru kita panik, jadi ngomel. Hehe..jangan ah. Soalnya nanti malah mendorong anak untuk melakukannya secara sembunyi-sembunyi.
  • Jelaskan kepada anak tentang underwear/pants rules. Tekankan bahwa anak tidak boleh menyentuh area underwear orang lain, walaupun kepada teman dan berada di tempat tertutup. Tekankan bahwa peraturan ini juga berlaku sebaliknya, dan bahkan kepada orang dewasa.
  • Waspadai berkembangnya potensi mengeksploitasi atau dieksploitasi pada anak. Konsultasikan pada psikolog anak, jika menemukan perilaku yang tidak wajar.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print