Previous
Next
Siblings-Rivalry-Pentingnya-menyiapkan-mental-kakak-menyambut-adik-baru

Siblings Rivalry : Pentingnya menyiapkan mental kakak menyambut adik baru

Saat keluarga akan menyambut kedatangan anggota baru pasti akan merasa sangat bahagia. Hal ini pasti dinanti-nantikan oleh setiap anggota termasuk juga oleh si calon kakak. Nah, tapi kok seringkali kakak (anak tunggal) merasa cemburu saat menyambut kelahiran adik mungilnya. Apakah hal ini wajar?, tentu saja! Karena selama ini perhatian tertuju pada dirinya sebagai anak tugal, apalagi jika anak menjadi anak tunggal dalam kurun waktu yang cukup lama misal 3-5 tahun. Anak sudah terbiasa menjadi center of attention dari ayah, ibu dan juga keluarga besar. Lalu, apakah  yang harus dilakukan?. Untuk mencegah siblings rivalry maka perlu untuk mempersiapkan mental sang calon kakak selama menyambut kelahiran adik. Anak akan menjalani proses perubahan peran dari anak tunggal menjadi kakak dan memiliki adik kecil, hal ini tentu membutuhkan persiapan sehingga perubahan yang dirasakan anak tidak terlalu membuatnya kesulitan. Kalau begitu mari kita simak beberapa strategi untuk menyiapkan mental kakak dalam menyambut kelahiran adik baru.

Pertama, menyampaikan kepada anak bahwa ibu sedang mengandung adik bayi di dalam perut. Hal ini penting untuk dilakukan sehingga anak mengetahui pertumbuhan adiknya sejak dalam kandungan. Ibu atau ayah bisa menyampaikan bahwa sebentar lagi ia akan memiliki adik bayi yang mungil dan lucu. Ajak anak untuk mengelus perut ibu, sehingga ia tahu bahwa adik bertumbuh di dalam perut ibunya. Hal yang lain, misalnya ibu dengan menunjukkan foto hasil USG sambil bercerita mengenai keberadaan adiknya, dan biarkan anak melihat perubahan perut ibunya yang seiring waktu semakin membesar.  Untuk membantu menjelaskan pada anak yang usianya lebih kecil, ayah dan ibu juga bisa membeli buku cerita di toko buku mengenai: cerita kelahiran adik baru dan membacanya bersama-sama. Selama bercerita ayah dan ibu boleh sekaligus menyampaikan bahwa ia juga akan mengalami hal yang sama.

Kedua, ayah dan ibu melibatkan anak dalam setiap persiapan dalam menyambut adik baru dan melatih kemandirian sang calon kakak. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan sehari-hari, ibu mengajari kakak makan sendiri, mengajari kakak merapihkan mainannya. Saat melakukan kegiatan ini ibu dan ayah bisa sambil menyampaikan bahwa “kamu sebentar lagi menjadi kakak dan bisa membantu ibu” . Dengan demikian diharapkan dapat membangun pemahaman kakak dalam menghadapi perubahan peran dan mulai belajar lebih mandiri. Diharapkan dengan memberikan kepercayaan kepada anak dalam melakukan tugas sehari-hari ayah dan ibu memberikan kepercayaan kepada anak untuk melakukan tugasnya dengan baik. Ayah ibu juga boleh sambil memberikan pujian dan memberikan pemahaman “wah, kamu sudah bisa merapihkan mainan mu nanti kalau adik kecil sudah lahir kakak bantu ajari adik ya!”.

Ketiga, Ayah dan Ibu perlu juga membawa anak pergi bertemu anak bayi yang baru lahir (misal: teman atau saudara lain). Hal ini juga bisa dilakukan ketika berjalan-jalan di mall, ajak anak melihat seperti apa adik bayi, apa yang adik bayi butuhkan : digendong, asi, dipeluk, tidur, dll sehingga anak melihat bahwa adik bayi yang baru lahir membutuhkan perhatian ekstra karena ia belum bisa melakukan apa-apa berbeda dengan dirinya yang sudah bisa melakukan apa yang diinginkan sendiri.

Keempat, Ayah dan Ibu lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan anak hal ini dilakukan untuk membuat anak merasa diperhatikan, dan disayang. Hal ini bisa membantu orang tua dalam membangun komunikasi dua arah terutama berkaitan dengan kelahiran adik bayi. Selain menghabiskan waktu bersama, ayah juga dapat lebih mendekatkan diri dengan anak karena ada kemungkinan setelah adik bayi lahir ibu membutuhkan waktu istirahat dan pemulihan  sehingga anak akan lebih terbiasa menghabiskan waktu bersama ayahnya.  Dengan melakukan hal-hal diatas diharapkan agar calon kakak menjadi lebih siap ketika menghadapi kelahiran adik bayi. Pemberian pemahaman sederhana dapat membantu anak mengerti perubahan peran dan situasi yang akan dihadapi setelah adik bayi lahir.  Selamat mencoba di rumah Ayah dan Ibu !.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print