Previous
Next
def pic

Stimulasi Untuk Anak di Rumah

Stimulasi pada anak identik dengan pemberian dorongan atau rangsangan yang berasal dari lingkungan di sekitar anak dengan tujuan untuk lebih mengoptimalkan tumbuh kembang. Saat ini sudah banyak sekali tempat-tempat untuk menstimulasi anak baik indoor maupun outdoor yang menyajikan berbagai macam kegiatan yang bervariasi. Tidak sedikit orang tua yang mengikutsertakan anaknya dalam berbagai kegiatan dengan tujuan untuk menstimulasi tumbuh kembang anaknya.  Namun, perlu diperhatikan bahwa kegiatan yang dilakukan anak harus selaras dengan kebutuhan anak sesuai dengan tahapan perkembangan usianya saat ini. Jangan sampai kegiatan yang diberikan terlalu sulit, bahkan membuat anak merasa tidak mampu melakukannya “wah, jangan sampai demikian ya!”.

Jika anda sudah membaca artikel sebelumnya mengenai pentingnya bermain untuk anak, maka anda mengetahui bahwa ternyata bermain memiliki memiliki makna yang sangat besar  dan langkah awal untuk menguasai tahap perkembangan yang baru. Sehingga melalui kegiatan bermain anak mendapatkan stimulasi dalam aspek perkembangannya. Menurut Monks, Knoers, dan Haditono (1999), pemberian stimulasi yang tepat dapat meningkatkan  kemampuan tiap aspek perkembangan. Namun apabila stimulasi yang diberikan tidak tepat, akan memberikan akibat yang tidak baik. Jadi orang tua perlu untuk memilih kegiatan bermain yang dapat dilakukan oleh anak sesuai dengan usia anak dan juga ikut terlibat dalam kegiatan bermain. Terlibat dalam kegiatan bermain berarti ada interaksi antara orang tua dengan anak saat bermain di rumah.

Berikut ini akan diberikan contoh sederhana beserta aspek perkembangan apa saja yang terstimulasi melalui kegiatan bermain.

  • Kognitif : Sebelum bermain, orang tua memberikan menjelaskan kegiatan atau permainan apa yang akan dilakukan. Tidak hanya itu, orang tua juga memperkenalkan alat/media yang digunakan, misal : “kali ini kita akan membaca buku cerita”, “ kita akan membacanya bersama”, “gambar apa ini?, apakah kamu melihat matanya?”.
  • Bahasa : Saat melakukan kegiatan orang tua dapat memperkenalkan hal-hal baru untuk menambah kosakata anak. Selain itu dengan memberikan pertanyaan berkaitan kegiatan, kemampuan Bahasa ekspresif anak pun akan terlatih. Misalnya : “binatang apa yang ada di dalam cerita?”.
  • Sosial – Emosi : Karena kegiatan bermain dilakukan bersama, sudah pasti ada interaksi dua arah antara orang tua dan anak. Orang tua membuat variasi dalam kegiatan dengan mengajak anak melakukannya secara bergantian dan memberikan anak kesempatan untuk mencoba melakukannya secara bergantian, anak belajar untuk menunggu gilirannya.
  • Kemandirian (self help) : Saat bermain orang tua melibatkan anak dalam melakukan sesuai dengan kemampuan anak. Misalnya : setelah selesai bermain/membaca orang tua mengajak anak untuk merapihkan kembali mainan dan buku-buku yang telah digunakan.

Ternyata kegiatan untuk menstimulasi anak di rumah sangat sederhana dan bervariasi, ya!. Semoga melalui artikel ini orang tua dapat lebih mudah untuk melakukan kegiatan bermain dan memahami makna dan tujuannya. Selamat bermain bersama di rumah!.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print