Previous
Next
STOP-Jangan-dekorasi-total-kamar-anak

STOP! Jangan dekorasi total kamar anak!

Sedang merencanakan untuk renovasi, atau mendekor ulang rumah? Atau menanti kelahiran si kecil, dan mulai memikirkan untuk membangun kamar anak? Nah, kami punya sedikit tips nih, kalau ayah dan bunda sedang merencanakan mendekorasi ulang kamar anak.

Tipsnya dari salah satu designer interior, Farah Adisti (Adis), dari Inches Interior yang mendekorasi Taman Main Daycare.

Pilih tema

Nah, ini adalah hal yang paling utama harus dilakukan ayah dan bunda. Bisa memilih tema berdasarkan warna, kesukaan anak, misalnya. Hal ini bisa dikembangkan lagi untuk aksen dan sebagainya. Kalau ide besar sudah didapatkan bisa lanjut lagi ke yang lebih sempit. Misalnya pemilihan furniture dan dinding. Jadi kan enggak berantakan lagi tuh ide-ide di kepala, sudah dikasih koridor berupa; tema!

Pilih warna

Unsur yang satu ini sangat penting dalam pemilihan interior untuk anak, karena menyangkut kreativitas anak. Makanya, Adis mengingatkan agar ayah dan bunda sebaiknya memasukkan warna yang memancing kreativitas. Warna-warna yang cerah seperti hijau, kuning, orange. Apapun temanya, warna-warna ini harus masuk. Seperti di Taman Main, kaaan…

Perhatikan keamanan

Dalam hal ini, misalnya untuk pemilihan furniture. Terkait dengan ujung-ujung meja atau lemari yang tidak tajam, menggunakan bahan yang aman dan harus mudah dibersihkan. Pemilihan lantai juga harus diperhatikan. Sekarang bisa menggunakan parkeet, atau vinil yang lebih empuk dan tidak licin. Sehingga anak tidak mudah terpeleset.

Benda multifungsi

Menyiasati ruangan yang enggak terlalu luas, bisa lho dengan mendisain segala yang multifungsi. Misalnya tempat tidur yang dibawahnya ada ruang penyimpanan. Atau bunk bed, yang area bawahnya bisa dimanfaatkan buat meja belajar. Jadi fungsi barang enggak Cuma satu, dan bisa memaksimalkan ruang yang ada. Apalagi anak kecil kan Cuma ukuran badannya aja yang kecil, gerakannya ngalahin orang dewasa. Hehehe.

Tips penting: tidak perlu mendekorasi total kamar, apalagi menggunakan full color untuk semua benda.

Adis menekankan bahwa, sebisa mungkin ketika memilih furniture, cat, lantai, tidak perlu semuanya berwarna. Hal ini berkaitan untuk pemikiran jangka Panjang. Jadi, misalnya furniture dan lantai; pilih yang netral. Menggunakan warna kayu, misalnya.

Kenapa? Soalnya kalau semua di cat full color, ketika anak mulai dewasa, kita jadi harus mengubah satu kamar secara total. Karena seleranya kan juga berubah. mendingan di unsur dekoratif aja seperti seprai, wallpaper, karpet. Jadi kalau misalnya sekarang punya anak perempuan yang suka banget frozen, enggak berarti semuanya di dekor seolah berada di Arrendelle ya…

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print