Previous
Next
Suara-Petasan-1200x750

Suara Petasan

Sudah mau tahun baru nih. 2018, waw..!! cepat sekali ya rasanya waktu berlalu.

Tahun baru, identik dengan liburan. Atau kumpul-kumpul Bersama keluarga, bakar-bakar sate, atau sekadar bernyanyi riang gembira. Nah, tapi, biasanya ada 1 lagi yang dibakar: PETASAN. Kalau yang satu ini, hmmm…

Petasan atau mercon berisi bahan peledak yang dikemas dengan lapisan kertas bersumbu. Konon, petasan atau mercon termasuk ke dalam kategori yang bersifat low explosive. Tak heran, jika banyak orang yang menganggap bahwa petasan itu tidak berbahaya. Hanya sekedar seremonial, sebagai ungkapan ekpresi kebahagian pada saat saat tertentu saja.

Sampai ada istilah “bakar uang” untuk beli petasan. Karena, ya memang enggak sedikit orang yang mau merogoh koceknya hanya untuk membeli petasan atau mercon.

Petasan ini, kelihatannya menyenangkan. Tapi percaya deh, sama sekali enggak menyenangkan bagi bayi. Apalagi bagi ibu dari bayi. Terutama bayi yang usianya masih dibawah tiga bulan.

Kerusakan alat pendengaran

Pada bayi baru lahir, gangguan bising dapat menyebabkan kerusakan struktur alat pendengaran dan mengganggu tumbuh kembang.

Bayi rentan terhadap kerusakan pendengaran akibat suara bising karena tengkorak bayi masih tipis. Paparan suara bising dalam waktu lama atau suara sangat keras yang tiba-tiba dapat merusak komponen telinga bagian dalam, yang bertanggung jawab untuk pendengaran, seperti sel-sel telinga bagian dalam dan saraf-saraf pendengaran di telinga bagian dalam. Kerusakan pada sel-sel tersebut, meskipun hanya seperempatnya, dapat menyebabkan hilangnya pendengaran.

Ibu harus melindungi

Bayi tidak dapat melindungi dirinya sendiri dari bunyi yang keras atau berbahaya, jadi Ibu sangat berperan untuk memberikan perlindungan dari kerusakan pendengaran si kecil. Memahami bunyi-bunyi yang tidak aman untuk si Buah Hati dapat membantu menjauhkannya dari bahaya, karena kerusakan pendengaran pada si Kecil dapat bersifat permanen, sehingga intervensi sedini mungkin sangat penting.

Bunda dapat membatasi sumber bunyi yang dapat didengar bayi. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat telah membatasi bunyi yang aman bagi bayi adalah tidak melebihi 45 desibel. Sebaiknya bayi diperdengarkan bunyi-bunyian yang nyaman seperti musik pengantar tidur atau suara-suara alam. Hindari membawa si Kecil ke tempat ramai seperti acara musik atau restoran pada tahun pertama usianya. Jauhkan mainan yang bersuara keras atau kecilkan suara mainan. Jika Ibu khawatir si Kecil mungkin mengalami gangguan pendengaran, berkonsultasilah dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dilansir dari Daily Mail, menurut neurolog Dr. Jaime Grutzendler, kebisingan yang terdengar terus-menerus lebih dari 10 jam sehari dapat menghentikan pembuluh darah yang terbentuk dalam otak bayi. Dalam jangka panjang, kebisingan dapat meningkatkan kerentanan bayi terhadap beberapa penyakit, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penuaan dini.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print