Previous
Next
Telinga-anak-perlu-dibersihkan-dengan-cotton-bud-kah-1200x960

Telinga anak, perlu dibersihkan dengan cotton bud-kah?

Ternyata enggak.

Jadi ternyata, berdasarkan data dari National Electronic Injury Surveillance System in emergency department yang dianalisis oleh para peneliti dari The Nationwide Children’s hospital di Ohio, AS, mengungkapkan bahwa ada sebanyak 263 ribu kejadian cedera yang disebabkan karena membersihkan telinga di IGD 100 rumah sakit, sepanjang 1990-2010. Artinya ada sekitar 34 kunjungan gawat darurat per hari, karena cedera telinga.

Cedera paling umum yang dialami anak-anak, hingga harus dibawa ke IGD adalah perdarahan telinga, yang kebanyakan disebabkan oleh pecahnya gendang telinga. Kasus kedua terbanyak adalah foreign object syndrome, sebuah kondisi yang disebabkan karena ada sesuatu yang nyangkut di lubang.

Pasien terbanyak yang mengalami hal ini adalah anak berusia dua tahun. Dan kebanyakan kasus terjadi ketika membersihkan telinga, baik cedera karena anak berusaha membersihkan sendiri telinganya, maupun ketika orang tua atau caregiver sedang membersihkan telinga anak.

Ngeri ya?

Nah, dr Arifianto SpA juga sudah pernah lho membahas soal ini. Dan dokter Apin sudah pernah dengan gamblangnya mengatakan: Tidak. Untuk pertanyaan perlukah telinga anak dibersihkan?

Ih emangnya enggak jorok? Emangnya enggak bau? Enggak bikin infeksi?

Kenapa sih ada kotoran kuping?

Mari kita kembali kepada filosofi: mengapa Allah menciptakan kotoran kuping alias serumen? Dokter Apin sudah sering menjelaskan hal-hal semacam lendir, ingus, batuk, pilek, mencret, muntah, dan demam yang sering dianggap musuh sebenarnya diciptakan dengan tujuan baik.

Begitu juga dengan kotoran telinga. Serumen berfungsi menjaga telinga kita dari berbagai serangan kuman, sehingga organ ini tetap sehat. Bahkan ketika telinga sering-sering dibersihkan, justru yang terasa adalah gatal. Saya memperhatikan salah satu penyebab anak sering menggaruk-garuk liang telinganya yang justru berisiko menjadi luka adalah akibat terlalu sering dibersihkan.

Kotoran telinga bikin bau

Nanti kalau tidak dibersihkan, malah telinga anak jadi bau! Apakah yakin makin banyak kotoran telinga akan berarti telinga akan makin bau? Tidak juga. Telinga berbau adalah hal yang wajar. Bau telinga seringkali tidak menandakan adanya kondisi yang membahayakan dan harus segera ditangani. Kondisi yang tidak wajar adalah: ketika telinga menghasilkan cairan atau bahkan darah. Terlepas disertai bau atau tidak.

Resiko melukai telinga

Jadi enggak perlu ya membersihkan telinga pakai cotton bud. Bahkan kebiasaan membersihkan telinga dengan cotton bud berisiko melukai telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran. Apa sebabnya? Karena cotton bud justru mendorong serumen makin jauh ke dalam dan menghalangi hantaran suara/bunyi di depan gendang telinga. Kotoran telinga, khususnya yang tipe kering, secara alamiah akan terdorong keluar sedikit demi sedikit. Allah sudah menciptakan serumen dengan tujuan baik, maka akumulasinya pun sudah diatur agar tidak menimbulkan masalah pada kebanyakan kondisi.

Kapan kita harus khawatir dengan kotoran telinga yang menyebabkan masalah kesehatan?

Yaitu ketika:
1. Anak tampak sangat kesakitan telinganya
2. Keluar cairan dari telinga (otitis media)
3. Anak mengalami gangguan pendengaran (tampak terganggu pendengarannya)
4. Anak mengeluh bunyi denging atau dengung yang terus-menerus
Inilah saatnya Anda membawa anak ke dokter THT.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print