Previous
Next
4th_of_july

TENTANG HAK ANAK, SUDAHKAH TERPENUHI?

Sebagai orangtua sudahkah kita menyadari bahwa anak-anak kita memiliki hak-hak dasar sebagai seorang anak yang dilindungi oleh undang-undang, bahkan oleh konvensi PBB?

Ada teori dari seorang psikolog bernama Abraham Maslow yang mencetuskan mengena the hierarcy of need dimana pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan dasar yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum menuju ke kebutuhan selanjutnya.
Bentuknya layaknya piramida, jadi jika pada bagian piramida bawah kebutuhannya belum terpenuhi, maka seseorang akan cenderung terus berusaha memenuhi kebutuhan dimana ia belum merasa mendapatkannya sehingga berdampak pada kepribadian seseorang. Berikut gambar piramida yang dimaksud:

Jika melihat dari sudut pandang psikologi, sebenarnya hak anak yang dicantumkan oleh konvensi PBB merupakan wujud dari kebutuhan manusia yang perlu dipenuhi, dimulai dari yang paling dasar (basic needs) yaitu hak/ kebutuhan akan pemenuhan fisiologis seperti makanan/minuman, perlindungan/rasa aman dan kehangatan dari orangtua.

Tolak ukur terpenuhi atau tidaknya basic needs seorang anak akan lebih mudah terlihat dari tampilan fisik, pemeriksaan secara medis dan pencapaian kemampuan motorik anak sesuai tahapan seusianya.
Ketika memasuki pada kebutuhan psikologis yaitu kebutuhan untuk dicintai, merasa menjadi bagian dari suatu kelompok dan kebutuhan untuk dihargai (jika merujuk pada PBB bisa disangkut pautkan pada hak memiliki identitas sehingga merasa berharga, kesamaan, rekreasi, bermain, dan pendidikan) , untuk mengetahui apakah hak anak sudah terpenuhi atau belum maka dapat berpatokan pada aspek perkembangan anak yaitu pada area sosial emosional, apakah yang tampil pada anak sudah sesuai dengan tahapan usianya saat itu atau belum, bisa jadi terlihat seperti kemampuan di bawah usianya atau justru terlihat lebih dewasa dibandingkan perkembangan sosial emosional di usianya. Misalnya anak usia 3 tahun, ia selalu mau mengalah dan , menolak untuk dipeluk atau disayang oleh ibu (terlepas dari isu sensori yaa), bertingkah laku sangat dewasa/ lebih matang jika dibandingkan usianya

Untuk anak-anak yang hidup di daerah bencana, atau daerah konflik, secara psikis biasanya mengalami stress, trauma, dan rasa cemas berlebih dalam jangka waktu yang panjang. Padahal, bermain merupakan salah satu cara untuk melepas stress dan emosi negatif yang dipendam oleh anak.
Bantuan relawan tenaga psikologis profesional sangat membantu anak mengatasi kondisi yang dihadapi anak di daerah konflik/rawan bencana, misalnya dengan terapi bermain dan EMDR melalui dongeng, dramatic play, roleplay atau konseling

Tentu pemenuhan hak anak adalah sebuah kondisi ideal yang bisa dipenuhi dengan kolaborasi semua pihak : pemerintah maupun masyarakat. Pemenuhan kebutuhan dan hak anak akan mewujudkan masyarakat yang sejahtera dikemudian hari

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print