Previous
Next
sep-web-7

Tidak Ada Kata Terlambat, Atasi Dengan Theraplay

Attachment, hanya terbentuk di dua tahun pertama usia anak-anak. Lalu bagaimana jika kini anak sudah terlanjur diasuh tanpa pola pelekatan yang secure, dan usianya sudah diatas dua tahun? Ibu Devi Sani, psikolog anak dari Rainbow Castle pernah menjelaskan bahwa hal ini dapat diatasi dengan melakukan terapi yang intens. Salah satunya dengan melakukan theraplay

Apa sih theraplay itu?

Theraplay adalah suatu bentuk intervensi psikologis bagi anak dan keluarga untuk membentuk dan menguatkan hubungan antara orangtua dan anak, yang menumbuhkan rasa kepercayaan diri, rasa percaya terhadap anggota keluarga satu sama lain, dan memiliki interaksi yang menyenangkan.

Theraplay berdasar pada bentuk alami interaksi yang sehat dan menyenangkan antara orangtua dan anak, interaksi tersebut juga lekat dan banyak melibatkan kegiatan fisik.

Interaksi Theraplay berfokus pada empat kualitas utama yang ditemukan dalam hubungan antara orangtua-anak, yaitu:

  • Struktur (Structure)
  • Ketertarikan (Engagement)
  • Kasih Sayang (Nurture)
  • Tantangan (Challenge)

Mengapa Theraplay?

Sebab, sesi-sesi Theraplay menciptakan hubungan yang aktif dan kaya akan emosi yang positif antara anak dan orangtua/pengasuh, yang hasil akhirnya adalah menciptakan perubahan persepsi terhadap diri anak sebagai sosok yang berharga dan patut disayang; dan persepsi terhadap bentuk hubungan yang terjalin sebagai hubungan yang positif dan bermanfaat.

Di dalam treatmen/intervensi-nya, terapis Theraplay memberikan panduan kepada orangtua dan anak melalui aktivitas permainan-permainan yang menyenangkan, hangat, lembut, penuh kasih sayang, dan sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan anak.

Ketika orangtua dan anak merasa saling terlibat satu sama lain, maka interaksi ini akan membantu orangtua untuk membangun regulasi diri anak dan untuk mengkomunikasikan cinta, kegembiraan, dan keamanan kepada anak. Anak akan merasa aman, berharga, diperhatikan, dan dimengerti. Hal ini biasanya disebut sebagai “membangun hubungan dari dalam ke luar (inside-out)’.

Sebetulnya untuk siapa sih theraplay?

Theraplay cocok bagi anak-anak di segala usia, termasuk bayi, dan saat dikombinasikan dengan tehnik lain, Theraplay dapat menjadi intervensi yang sangat baik bagi remaja. Melalui Theraplay, pola interaksi keluarga membaik; dokter anak dan guru/ahli di sekolah pun telah memberitahu adanya perubahan-perubahan positif pada tingkah laku anak, kepercayaan diri anak, dan hubungan anak dengan orang lain di sekelilingnya.

Theraplay dapat menolong anak-anak dengan trauma untuk memulai proses pemulihan; dapat menolong anak-anak dengan masalah tumbuh kembang untuk merasakan lebih nyaman berinteraksi dengan dunia luar; dan dapat menolong para keluarga untuk mengalami kebersamaan satu sama lain dan kebahagiaan bersama.

Theraplay secara khusus dapat menolong anak-anak dengan:

  • tingkah laku pemalu, menarik diri, atau ketergantungan pada orang lain
  • tingkah laku mencari perhatian, pemarah, atau mengganggu orang lain
  • tingkah laku menantang, memberontak, atau mengontrol
  • masalah tingkah laku di sekolah atau dengan teman-teman sebaya
  • ADD / ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
  • masalah tumbuh kembang seperti Austism Spectrum Disorders
  • sejarah trauma, mengalami kekerasan atau penolakan
  • masalah kelekatan hubungan terkait sejarah adopsi atau seringnya berpindah-pindah tempat tinggal
  • sejarah hilangnya hak bersosialisasi terkait tinggal dalam sebuah institusi
  • trauma psikologis yang muncul karena pernah sakit / melalui perawatan medis yang serius

jadi, tak ada kata terlambat ya ayah dan bunda, mari kita berikan yang terbaik untuk anak-anak kita.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print