Previous
Next
Tidak-Ada-yang-Salah-dengan-Anak-Berkebutuhan-Khusus

Tidak Ada yang Salah dengan Anak Berkebutuhan Khusus

Setiap anak pasti memiliki ciri khas dan kelebihannya masing-masing. Namun, tidak semua kelebihan yang dimiliki anak dapat diterima oleh kebanyakan orang. Pernahkah mendengar kata “ABK”?.Pasti sudah tidak asing lagi kan?. ABK merupakan singkatan dari anak berkebutuhan khusus. Anak dengan kebutuhan khusus ini memang berbeda dengan anak-anak lainnya. Banyak orangtua yang merasa kecil hati dan malu dengan anak berkebutuhan khusus yang mereka miliki, bahkan adapula yang tidak mau menampilkan anaknya dan cenderung menyembunyikannya dari masyarakat. Hal ini juga tidak lain karena masyarakat luas belum banyak yang memahami siapa dan seperti apa anak berkebutuhan khusus. Saya, pernah menjadi volunteer dan membantu anak berkebutuhan khusus usia remaja untuk memasak (cooking class). Mereka membuat cookies dan setelah itu mereka menjualnya ke tempat ramai seperti : mall, dan berjualan di bazar. Saya melihat ada beberapa orang dewasa yang terlihat takut bahkan menolak ketika ditawarkan cookies dan terdengar alasan “takut ketularan”. Saya simpulkan kalau pemahaman masyarakat masih sangat kurang terhadap anak berkebutuhan khusus, dan hal ini lah yang membuat orang tua menjadi berkecil hati sehingga cenderung menyembunyikan dan tidak mengembangkan potensi anak berkebutuhan khusus yang mereka miliki.

Melalui tulisan ini saya ingin menjelaskan bahwa, masyarakat harus memiliki pemahaman bahwa anak berkebutuhan khusus tidak menular!, mereka bukan wabah atau menderita penyakit. Mereka disebut anak berkebutuhan khusus atau special needs karena dibalik kekurangan yang mereka miliki Tuhan juga memberikan mereka kelebihan. Pada dasarnya sama dengan anak lain, hanya saja cara penanganan, pengajaran mereka juga harus berbeda dan spesial karena mereka anak-anak spesial. Dari segi perkembangan anak berkebutuhan khusus memiliki tahapan perkembangan yang sama dengan anak pada umumnya, hanya saja anak berkebutuhan khusus lebih lambat dalam mencapai setiap tahapan perkembangan usianya sehingga ada keterlambatan perkembangan. Setiap anak berkebutuhan khusus memiliki kebutuhan  yang berbeda-beda sehingga pola penanganannya juga satu sama lain akan berbeda, dan unik.

Kita harus mengubah cara pandang kita terhadap anak berkebutuhan khusus, tidak fokus pada apa yang kurang pada diri mereka namun lebih melihat kemampuan apa yang mereka miliki untuk dikembangkan atau dilatih. Bagi orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, mereka juga harus memiliki keyakinan bahwa bahwa Tuhan menitipkan sesuatu yang spesial untuk mereka, karena Tuhan menganggap orangtua mampu untuk merawatnya dan membesarkannya dengan baik. Tentulah orangtua harus berbesar hati karena diberikan kepercayaan untuk merawat sesuatu yang spesial. Untuk mengubah cara pandang, maka perlu kita ketahui bahwa setiap anak berkebutuhan khusus memiliki potensi dalam dirinya untuk dikembangkan, seperti: bermain musik, bernyanyi, melukis, bahkan sampai mampu meraih cita-citanya jika dibimbing dengan baik. Tentunya anak spesial harus mendapatkan penanganan yang juga spesial untuk mengembangkan dirinya, dukungan orangtua dan masyarakat yang dibutuhkan oleh mereka untuk berkembang lebih optimal.

Selain itu, orangtua dan kita juga harus meyakini bahwa keberhasilan tidak hanya diraih oleh anak-anak normal atau tanpa kekurangan, tetapi bagi anak berkebutuhan khusus juga. Pengorbanan orangtua dan lingkungan keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus memang besar, namun pasti akan membuahkan hasil yang cukup memuaskan bagi orangtua yang benar-benar peduli terhadap kondisi buah hati mereka. Tuhan menciptakan setiap manusia dengan purpose tertentu bukan?, jadi jangan menganggap “perbedaan” sebagai hambatan tanpa tujuan, tetapi anugerah yang perlu diperhatikan secara spesial “tenaga ekstra” untuk mencapai cita-cita yang sudah ditetapkan.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print