Previous
Next
Tidur-Bersama-bayi-SEHAT-1200x675

Tidur Bersama bayi: SEHAT!

Zaman dulu di Indonesia, kayanya enggak kepikiran ya orang tua tuh beli box bayi lalu memisahkan tidur di kamar terpisah dengan anak sejak baru lahir. Tapi, beda dengan kebiasaan di Amerika. Para orang tua disana udah biasa memisahkan tidur dengan bayi, bahkan sejak newborn. Alasannya biar mandiri, dan enggak mengganggu tidur orang tuanya.

Bahkan, di tahun 1999, keluarlah sebuah penelitian yang berjudul “Review of Hazards Associated with children placed in adult beds” yang muncul di berbagai harian, di AS. Isinya, menceritakan bahwa sepanjang 1990-1997, para peneliti dari US Consumer Products Safety Commission menemukan ada 515 kematian anak dibawah usia 2 tahun, yang tidur Bersama orang tua.

Dari angka tersebut ada 121 yang dilaporkan meninggal karena orang tua berbaring diatasnya. Sementara 394 lainnya wafat karena terjepit diantara Kasur dan pinggiran tempat tidur, dan terdesak di Kasur air.

Dampak penelitian

Data ini tertera di buku The Attachment Parenting Book, tulisan Dr Sears. Dibahas oleh dr. Sears bahwa berita tersebut punya dua efek; positif dan negatif. Baiknya, karena berita tadi, orang tua jadi lebih peka dan berhati-hati ketika tidur Bersama anak. sayangnya, data ini akhirnya pun mengakibatkan kepanikan yang menggurita di kalangan orang tua.

Meski sebetulnya selama ini, mereka tidur dengan anak-anak dengan aman, dan terkendali. Namun, menjadi khawatir dan merasa salah karena tidak memisahkan tempat tidur dengan anak.

Tidur sendiri vs tidur Bersama

Sesungguhnya, menurut Dr Sears, angka kematian bayi dibawah dua tahun yang tidur sendiri di crib-nya jauh lebih banyak, ketimbang bayi yang meninggal karena tidur Bersama orang tua.

Sekitar 5.000 bayi meninggal karena SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) setiap tahun, di AS. Dan mereka adalah bayi yang tidur sendirian di crib-nya. Tentu saja jauh lebih banyak ketimbang 515 anak sepanjang 7 tahun, bukan?

Attachment mencegah SIDS

SIDS pada dasarnya adalah bagian dari gangguan tidur dan masalah control pernafasan sepanjang waktu tidur. maka, setiap elemen dari pengasuhan attachment seperti menyusui dan berbagi tempat tidur, memberikan keuntungan pada pengaturan nafas anak. sebab, kan otomatis, dengan tidur berdekatan, dan kegiatan menyusui sepanjang malam, akan meningkatkan kepekaan antara ibu dan anak.

Anak tidak mendadak berhenti bernafas ketika masuk ke tidur yang dalam, karena selalu ada orang yang bernafas disebelahnya. Ibu juga akan selalu sadar ketika anak membutuhkan apapun.

Maka, menurut Dr Sears, berhati-hatilah membaca penelitian yang informasinya tersebar luas dan mudah diakses. Ketika sains dan akal sehat tidak sejalan, waspadalah!

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print