Previous
Next
okt-5

Tugas istri? Atau Tugas Suami?

Suami bekerja dan istri dirumah? kini tidak selalu demikian dong ya, kata siapa perempuan enggak boleh bekerja? Namun, sepertinya perlu ada aturan yang jelas mengenai pembagian keuangan, mengingat masalah keuangan adalah hal yang sensitif.

Eh, iya lho. Soalnya, menurut studi yang dilakukan oleh Forum for Family and Consumer Issues, 39 persen pasangan bertengkar karena masalah keuangan. Oleh karena itu sebaiknya masalah keuangan dibicarakan sejak awal pernikahan. Termasuk didalamnya, mengambil cicilan barang atau rumah, yang kini lumrah saja jika ditanggung berdua. Namun bagaimana sih aturan sesungguhnya?

Opsinya bisa beberapa, salah satunya dengan cara menggabungkan penghasilan suami dan istri lalu digunakan untuk keperluan keluarga. Namun bisa juga dengan cara keperluan keluarga sepenuhnya menggunakan penghasilan suami sementara penghasilan istri tetap milik sendiri. Atau, ada kesepakatan pembagian tugas dalam menyelesaikan kebutuhan. Misalnnya gaji suami digunakan untuk bayar cicilan rumah, bayar uang sekolah anak, dan bayar belanja bulanan. Sedangkan gaji istri digunakan untuk bayar tagihan listrik, telepon, dan urusan liburan.

Tidak ada yang benar dan salah dalam model pengelolaan keuangan yang dipilih. Jadi tidak ada aturan baku mengenai hal ini. Namun, yang sebetulnya paling penting diingat; sebelum menikah, Anda dan pasangan wajib terbuka mengenai berapa penghasilan yang diperoleh, siapa yang bertugas jadi manajer keuangan, dan bagaimana pembagian tugas dalam pengelolaan penghasilan setelah menikah nantinya.

Menurut survei USA Today di tahun 2012, 20% pasangan mulai ngobrol urusan keuangan saat baru menikah. Sedangkan, 31% pasangan sudah melakukannya sejak masih pacaran.

Anda yang mana?

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print