Previous
Next
Uang-Bisa-Gantikan-Mama-1200x800

UANG BISA GANTIKAN MAMA?

Ya tentu tidak bisa dong.

Tapi … ehmmm …

Kalau dipikir-pikir lagi …

Mama sibuk, bekerja dari pagi sampai malam. Jadi yang mengurus aku di rumah sehari-hari, dari pagi sampai malam, ya mbak. Kata mama, susah untuk dapat mbak yang bagus di Jakarta kecuali yang gajinya besar.  Aku ingin sekali diantar dan dijemput  sekolah oleh mama, tapi mama bilang tidak mungkin. Karena jalanan macet, kalau mama antar aku, nanti terlambat datang ke kantor, dimarahi bos. Jadi mama sediakan aku pak supir dan mobil yang bagus untuk antar jemput ke sekolah. Di Waktu senggang, harusnya mama main petak umpet sama aku. Tapi mama pulang kantor, masih sibuk pegang handphone. Karena di waktu santai, mama ingin bersosialisasi dengan teman-teman path nya. Jadi aku dibelikan ipad untuk bermain games agar tidak ganggu ‘me time’ nya mama dan teman-teman. Saat weekend, sebetulnya aku sudah cukup senang kalau menghabiskan waktu di rumah, masak bersama, main bersama dengan mama papa. Tapi kata mama, bosan di rumah. Lebih seru pergi ke mal, nonton film terbaru di bioskop. Tapi di bioskop tidak boleh mengobrol, harus diam dan nonton film. Jadi kapan aku bisa ngobrol sama mama nya ya?

Mungkin kalau anak-anak jaman now kita wawancarai, itulah jawaban lugas dan singkat nya. Mungkin tidak semua anak, karena hal ini tidak bisa di generalisasi. Tapi tidak bisa kita pungkiri bahwa saat ini, tanpa kita sadari, uang bisa menggantikan kedekatan orang tua dengan anak. Semua bisa dibeli dengan uang. Dari mulai  menggaji asisten rumah tangga/ suster yang cakap dengan bayaran mahal, handphone/ ipad keluaran terbaru yang dipenuhi dengan berbagai games (yang tentunya untuk membeli games membutuhkan uang juga). Kegiatan weekend ke mal yang membutuhkan biaya tidak sedikit, dari mulai tiket nonton, beli popcorn, jajan-jajan, makan siang di restoran, tergoda untuk belanja pakaian atau mainan. Tapi tidak juga memberikan kualitas waktu mengobrol yang baik.

Jadi apa yang sebaiknya kita lakukan?

  1. Cobalah untuk introspeksi diri, seberapa dekat kita dengan anak2 ?
  2. Kedekatan yang diharapkan oleh anak2 sudahkah kita cukupi?
  3. Mencari kegiatan yang membuat interaksi dengan anak-anak
  4. Kegiatan itu tidak lah selalu mahal, yang penting kreatif & inovatif
  5. Uang bukanlah segalanya, tapi segalanya membutuhkan uang. Tidak bisa dipungkiri
  6. Tapi jangan sampai hidup kita diatur oleh uang
  7. Kita yang harus mengatur uang
  8. Posisi dan kedekatan seorang ibu dengan anaknya tidak akan bisa tergantikan dengan uang sebanyak apa pun

Semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk bisa terus menjadi orang tua yang dekat dengan anak , dengan ada nya uang atau tidak ada 😉

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print