Previous
Next
Yuk-nikmati-si-hijau-1200x800

Yuk, nikmati si hijau!

Susaaaaaaaaah banget ya ngajak anak makan sayur. Tapi tenang, ayah dan bunda enggak sendirian, kok!

Meski sayur dan buah bukanlah barang langka di negeri ini, Riset Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat 2014 menyebutkan 97,1 persen penduduk Indonesia kurang mengkonsumsi sayur dan buah. Fakta ini diperkuat dengan data FAO PBB yang merilis, konsumsi sayur dan buah penduduk Indonesia hanya sebesar 109, 6 gram/hari/kapita, angka ini di bawah rekomendasi konsumsi sayur dan buah yang ditetapkan FAO sebesar 180,1 gram/hari/kapita.

Padahal kita penghasil sayur dan buah yang terkenal lho di dunia!! Duh..

Tapi jadinya, gak heran ya, jika fenomena “Anak susah makan sayur” sudah dialami sejak lama para ibu di seantero negeri. Ketidaksukaan anak mengkonsumsi “si hijau” karena teksur dan rasanya yang hambar. Lidah anak-anak lebih terbiasa dengan rasa manis dan asin (rasa Air Susu Ibu/ASI. Si kecil tentu belum tahu sayur mengandung nutrisi baik untuk tubuh dan otak.

Sayur itu penting

Padahal, hasil penelitian University of Eastern Finland menyebutkan, anak-anak yang mengonsumsi buah, sayuran, ikan, dan gandum utuh dalam tiga tahun pertama sekolah punya kemampuan otak lebih baik. Beberapa jenis sayuran seperti bayam, kembang kol, dan tomat mengandung vitamin A, C dan K yang mampu memberi nutrisi otak.

Kita tentu enggak ingin dong,  kebiasaan kecil “susah makan sayur” menular kepada si kecil. Tapi tenang, healthy roots yang biasa memasak makanan untuk bayi dan balita punya berbagai cara agar si kecil memperoleh manfaat baik dari buah dan sayur. Berikut tips merayu si kecil yang susah makan sayur:

  1. Kenalkan sayur dan buah pada anak sedini mungkin. Sayuran hijau seperti bayam, wortel sudah bisa diberi sejak usia 6 bulan, misal dengan mengiris-irisnya dan dimasukkan dalam bubur atau nasi timnya.
  2. Pastikan makan sayur adalah waktu yang menyenangkan bagi anak dan tidak perlu orang tua memaksa. Ibu bisa memberikan wortel rebus kepada si kecil yang mulai belajar mengunyah. Jadi ketimbang ngasih biscuit yang banyak gulanya, lebih baik sajikan sayur-sayuran untuk belajar ngunyah.
  3. Kreasikan makanan favorit si kecil dengan menambah bahan sayuran dan buah. Misalnya pizza dengan tambahan toping bayam dan wortel, mie hijau yang dibuat dari campuran tepung dan bayam atau es cream dari bahan dasar buah seperti strawberry dan pisang.
  4. Semakin keras kita memaksa, semakin enggan si kecil menyentuh menu sayuran yang disajikan. Ada baiknya kebiasaan mengonsumsi sayuran kita contohkan kepada si kecil setiap hari. Dengan begitu mereka akan terbiasa dengan hidup sehat ini.
  5. Sajikan menu sayuran ketika si anak sangat lapar misalnya usai pulang sekolah atau usai bermain. Manfaatkan momen ini dengan tidak memberikan pilihan menu lain selain sayur kepada anak.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print